Fredrich Yunadi: Surat Setya Novanto untuk Jokowi Diduga Palsu

Fredrich Yunadi: Surat Setya Novanto untuk Jokowi Diduga Palsu

SUKABUMIUPDATE.com - Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, tak tahu soal surat yang diduga diteken kliennya soal upaya kriminalisasi Ketua Umum non-aktif Golkar tersebut untuk menggagalkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekarang dan masa mendatang.

"Saya tidak tahu karena beliau (Setya Novanto) tidak cerita apa-apa. Jangan-jangan surat itu palsu. Terakhir bertemu Pak Setya Novanto jam 15.00 dan tidak cerita apapun," kata Fredrich saat dihubungi Tempo, Kamis, 7 Desember 2017.

Sebelumnya, sebuah surat yang diduga diteken tersangka korupsi e-KTP, Setya Novanto, beredar di kalangan media. Surat itu berisikan empat poin yang di antaranya meminta perhatian Jokowi atas kasus yang menimpa Setya.

Poin pertama dalam surat itu memuat tentang dukungan Golkar terhadap Jokowi untuk maju sebagai calon presiden 2019-2024 adalah keputusan yang sah. Poin kedua tertulis, DPR di bawah kepemimpinan Setya telah mendukung pelbagai program pemerintah.

Sementara pembahasan poin ketiga adalah Setya sedang mengalami kriminalisasi lantaran usaha-usaha yang sudah disebutkan dalam poin pertama dan kedua.

Poin keempat termaktub: "Saya mohon perhatian Bapak Presiden, sesungguhnya peristiwa yang menimpa diri saya ini, bermuara pada keputusan dukung-mendukung Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2019. Oleh sebab itu, dapat diyakini bahwa ujung dari peristiwa kriminalisasi ini adalah untuk menggagalkan kepemimpinan Bapak sekarang maupun di masa yang akan datang."

Surat yang ditujukan untuk Jokowi tersebut bertanggal 5 Desember 2017 di Jakarta. Di bawahnya terdapat tanda tangan surat itu mengatasnamakan Drs. Setya Novanto, Ak. MM.

Fredrich tak dapat mengonfirmasi apakah surat tersebut ditulis oleh Setya Novanto. Namun, ia tak tahu-menahu ihwal surat itu.

Sumber: Tempo

Topik Terkait
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB