SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj menegaskan peran perempuan dalam menangkal radikalisme itu sangat penting. Karena semuanya harus dimulai dari dalam rumah bukan diluar rumah.Â
Penegasan itu  dikatakannya saat pembukaan Rakernas Fatayat NU di Hotel Swissbell Danum, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis malam (4/5).
Dijelaskannya, misalnya di sekolahan dia  diajari mengenai ramah,  budi pekerti atau budaya. Tapi diluar sekolah masih ada pertemuan-pertemuan lain mengenai radikalisme.
"Disekolah resmi tidak  ada yang mengajari radikalisme. Radikalisme itu dilakukan diluar sekolah, Karena itu peran perempuan di rumah, dalam hal ini sang ibu sangat penting untuk menangkal radikalisme," Said Aqi menegaskan.Â
Pembukaan Rakernas Fatayat NU Â yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani itu juga dihadiri oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko.
Dibagian lain, Said menyebutkan menonton YouTube tentang radikalisme dan terorisme sangat berbahaya bila dibanding dengan menonton pornografi. "Menonton terorisme itu lebih berbahaya dari pada gambar perempuan telanjang," ujarnya.
Hal ini karena  orang yang nonton pornografi akan cenderung merasa bersalah, namun tidak demikian bila melihat materi terorisme. Ada kecenderungan bagi individu yang menyaksikan materi terorisme akan teracuni pikirannya.
"Setelah nonton  terorisme maka keluar dari rumah  membunuh dan dibunuh maka dosanya dimaafkan dan masuk sorga. Mereka tak tahu konteks apa , situasi kapan untuk berjihad," ujarnya.
Â
Sumber: Tempo
