Bupati OKU Timur Belajar Padi Organik ke Uu Ruzhanul Ulum

Rabu 19 April 2017, 08:47 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Keberhasilan Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum menjadikan daerahnya sebagai produsen beras organik berskala ekspor, menarik perhatian Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Provinsi Sumatera Selatan, H.M. Kholid MD untuk berkunjung dan belajar.

Selain menjadi daerah produsen beras organik, Program Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa) di sektor pertanian yang digencarkan Bupati nyantri tersebut, mampu menekan laju inflasi hingga 80 persen.

“Keberhasilan petani di wilayah ini, menjadikan sektor pertanian Kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah tujuan studi banding bagi daerah lain yang tentunya menjadi kebanggaan tersendiri untuk kami,” ujar Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, Rabu (19/4).

Kepada sukabumiupdate.com Uu mengakui, Kabupaten Tasikmalaya memang menjadi salah satu target studi banding percontohan bagi kabupaten lain, sejak berhasil menjadi produsen beras organik skala ekspor.

BACA JUGA:

Program Gerbang Desa Uu Ruzhanul Ulum, Mampu Tekan Inflasi Hingga 80 Persen

Pertegas Langkah Politik, 140 Kyai se Jabar Dukung Uu Ruzhanul Ulum untuk Jabar 1

UU Ruzhanul Ulum Yakin Dana Desa Mampu Mewarnai Pembangunan Jawa Barat

"Padi organik Kabupaten Tasikmalaya dikenal atas jasa petani yang berhasil meningkatkan produktivitas padi, sehingga dikenal oleh pihak luar," katanya.

Ditegaskan Uu, sesuai visi dan misi Kabupaten Tasikmalaya berbasis pertanian, padi organik akan menjadi unggulan yang akan terus ditingkatkan.

Sementara itu Bupati OKU Timur, H.M Kholid MD mengatakan, pihaknya sudah mengetahui keberhasilan Kabupaten Tasikmalaya mengembangkan padi organik dan ini penting untuk dipelajari agar bisa dikembangkan di daerahnya.

“Wilayah kami merupakan daerah transmigrasi, sektor pertanian menjadi salah satu hal penting yang perlu ditingkatkan,” katanya.

Kholid melihat, padi organik memiliki beberapa keunggulan dengan nilai ekonomis yang tinggi, proses penanaman tidak bergantung kepada pupuk konvensional yang mahal.

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkini
Sukabumi Memilih21 Juli 2024, 20:11 WIB

PKS Resmi Usung Iyos di Pilkada 2024, Ini Kata Mantan Bupati Sukabumi Sukmawijaya

Sukmawijaya blak-blakan soal alasan PKS akhirnya menyatakan dukungan kepada Iyos Somantri untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati Sukabumi di Pilkada 2024.
Mantan Bupati Sukabumi yang juga Dewan Pakar DPD PKS Kabupaten Sukabumi, Sukmawijaya. (Sumber : SU/Ibnu)
Life21 Juli 2024, 20:00 WIB

10 Kebiasaan Orang Malas di Malam Hari Ini Tak Boleh Dicontoh, Begini Solusinya!

Orang malas biasanya tidak membersihkan diri atau tempat tidur dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan kesehatan.
Ilustrasi. Menonton Film Hingga Larut Malam. Kebiasaan Orang Malas di Malam Hari yang Tidak Boleh Dicontoh (Sumber : Freepik)
Kecantikan21 Juli 2024, 19:00 WIB

11 Rutinitas Skincare di Malam Hari, Gak Cuma Cuci Muka Ya!

Rutinitas Skincare di Malam Hari Gak Cuma Cuci Muka.Pilih serum berdasarkan kebutuhan kulit, seperti serum anti-aging, serum pencerah, atau serum yang mengandung hyaluronic acid untuk hidrasi.
Ilustrasi. Memakai Skincare Malam. Perhatikan reaksi kulit terhadap produk baru dan hindari produk yang menyebabkan iritasi. | Sumber: Freepik.com (artursafronovvvv)
Life21 Juli 2024, 18:00 WIB

Doa Saat Susah Tidur di Malam Hari Menurut Anjuran Rasulullah SAW

Doa Saat Susah Tidur di Malam Hari Menurut Anjuran Rasulullah SAW. Dikisahkan, Zaid bin Tsabit suatu malam mengadu kepada Rasulullah SAW saat semalaman tidak bisa tidur.
Ilustrasi. Membaca Doa Saat Susah Tidur di Malam Hari Menurut Anjuran Rasulullah SAW (Sumber : Freepik/@freepik)
Internasional21 Juli 2024, 17:46 WIB

Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Korban Serangan Israel ke Pelabuhan Yaman

Kemlu RI memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban dalam keganasan serangan Israel ke Pelabuhan Hudaidah, Yaman.
Asap dan api mengepul dari Pelabuhan Hodeidah usai serangan udara Israel di Yaman, 20 Juli 2024. Ledakan terjadi setelah pesawat tempur Israel menyerang pelabuhan tersebut. (Sumber Foto: Houthi Media Centre/Handout via REUTERS)
Inspirasi21 Juli 2024, 17:00 WIB

Sambut Hari Kemerdekaan, PLN Sukabumi Beri Bantuan Sembako dan Edukasi Ketenagalistrikan

Kegiatan PLN UP3 Sukabumi di Gunungguruh Sukabumi ini adalah bentuk nyata dari kepedulian PLN.
PLN UP3 Sukabumi melalui YBM saat memberikan bantuan sembako kepada warga Kampung Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh. (Sumber : Istimewa)
Musik21 Juli 2024, 17:00 WIB

Lirik Inggris พี่ชอบหนูที่สุดเลย I Love You The Most Ponchet ft. VARINZ

Lirik Bahasa Inggris Lagu I Love You The Most Ponchet Feat.VARINZ yang viral yaitu "Cause you're the one that I like, I can't deny. Every night you're on my mind".
Official Lagu พี่ชอบหนูที่สุดเลย I Love You The Most Ponchet Feat.VARINZ. Foto: YouTube/PONCHET
Sukabumi21 Juli 2024, 16:51 WIB

PD Salimah Sukabumi Sosialisasikan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Berikut harapan dan tujuan PD Salimah Kabupaten Sukabumi sosialisasikan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS.
PD Salimah Kabupaten Sukabumi sosialisasikan UU TPKS, ini harapan dan tujuannya. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi21 Juli 2024, 16:21 WIB

Sambut Kemerdekaan RI ke-79, PLN Sukabumi Beri Listrik Gratis untuk Masyarakat

Sambut Kemerdekaan RI ke-79, PLN UP3 Sukabumi melalui ULP Cicurug beri Listrik Gratis untuk masyarakat agar merdeka dari kegelapan.
PLN UP3 Sukabumi melalui ULP Cicurug menyalurkan bantuan penyambungan listrik gratis di empat lokasi. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi21 Juli 2024, 16:02 WIB

Warisan Budaya Takbenda, Tari Cepet Sukabumi Dilestarikan 9 Sanggar di Ciracap

Tari cepet masih dilestarikan sejumlah sanggar di Ciracap Sukabumi. Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) itu diharapkan jadi daya tarik wisata di Geopark Ciletuh.
Topeng cepetan yang dibuat perajin asal Kampung Jaringao RT 07/05 Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. | Foto: SU/Ragil Gilang