SUKABUMIUPDATE.com - Mahasiswi IPB University, Adzra Nabila, yang hanyut terseret arus banjir di Tanah Sereal, Bogor akhirnya ditemukan. Adzra ditemukan di aliran Banjir Kanal Barat (BKB) kawasan Tambora, Jakarta Barat dalam keadaan meninggal, Minggu (16/10/2022).
Rektor IPB: Adzra Nabila Mahasiswi Terbaik Kami
[object Object]
Minggu 16 Okt 2022, 16:43 WIB

Identifikasi jenazah korban berdasarkan aksesori yang dikenakan.
Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama mengatakan, pihaknya menemukan jenazah Adzra berdasarkan aksesori yang dikenakan. “Berdasarkan ciri-ciri baju dan gelang yang dikenakan di tangan kanan korban, diduga kuat bahwa jenazah tersebut adalah korban yang terseret arus banjir di Tanah Sereal, Bogor,” ujar Putra Pratama.
Ia menerangkan, pihaknya bersama Badan SAR Nasional (Basarnas) telah mengevakuasi korban. Pihak keluarga korban juga sudah dihubungi oleh Polsek Tambora bersama Basarnas.
Sebelumnya, Adzra Nabila, mahasiswi IPB University terseret arus banjir saat pulang dari kampus. Saat itu, dia sedang mengendarai motornya di Jalan Pemuda menuju Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sereal, Bogor, Selasa, 11 Oktober 2022.
Adzra dan motornya terseret masuk ke dalam gorong-gorong sedalam satu meter. Gorong-gorong tersebut mengalirkan air ke sungai Cipakancilan, anak Sungai Ciliwung dan bermuara ke Sungai Ciliwung.
Atas kejadian tersebut, Rektor IPB University, Prof Arif Satria menyampaikan rasa duka yang mendalam. “Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya salah seorang mahasiswi terbaik kami, saudari Adzra Nabila. Almarhumah anak yang sangat baik dan disukai oleh teman-temannya,” ujar Prof Arif Satria.
Prof Arif Satria melanjutkan, “Allah telah memanggil Adzra, tentu kami sangat kehilangan. Namun, kita harus ikhlas melepas kepergian almarhumah, teriring doa semoga husnul khotimah dan terus mengalir pahalanya atas amal baik selama ini.”
Kepada keluarga, Prof Arif Satria mendoakan semoga tetap tabah dan ikhlas, serta senantiasa terus mendoakan almarhumah.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada tim Basarnas, Polri, TNI, Pemkot dan Pemkab Bogor serta pihak-pihak yang tiada henti berusaha menemukan Adzra yang sejak Selasa lalu hilang terkena musibah terseret arus selokan saat hujan deras di Bogor,” kata Prof Arif Satria.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya yang turut membantu pencarian. “Semoga kerja keras seluruh pihak mendapat balasan pahala dari Allah Swt,” ujar Prof Arif Satria.
Prof Arif menambahkan, dalam mengantisipasi berlangsungnya cuaca ekstrem, IPB University akan menetapkan paket kebijakan dalam pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar.
Rencana kebijakan yang akan diambil antara lain. Pertama, penyesuaian metode pembelajaran di saat cuaca tidak kondusif. IPB akan terus memantau Prakiraan Cuaca dari BMKG utk menentukan metode pembelajaran. Dengan demikian, metode pembelajaran akan lebih fleksibel. “Bagi kami keselamatan adalah nomor satu” ujar Prof Arif Satria.
Kedua, IPB akan melakukan Arborikultur untuk pemeriksaan kesehatan pohon-pohon di lingkungan kampus. Ini adalah teknik untuk diagnosis pohon-pohon yang berpotensi tumbang.
Peranan arboris atau dokter pohon melalui aplikasi teknik arborikultur dalam pemeriksaan kesehatan dan perawatan individu pohon harus terus ditingkatkan dan dijadikan profesi untuk mendukung pengelolaan ruang terbuka hijau, yang memang membutuhkan pengetahuan dan teknik mutakhir sebagai alat bantu diagnosis (misalnya teknologi sonic tomography, drilling resistance dll) agar pohon atau pepohonan yang mereka kelola tetap sehat dan tidak mudah tumbang.
Ketersediaan tenaga arboris atau dokter pohon profesional masih sangat kurang. Oleh karena itu Klaster Riset Arborikultur IPB bekerjasama dengan PII-BKTHUT dan didukung oleh MArI dan KLHK telah menyelenggarakan pelatihan “Teknik Pemeriksaan Pohon di Lanskap Kota” yang juga dikaitkan dengan peroleh PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) bagi para insinyur profesional BKTHUT .
Editor :
Tags :
Reels & Shorts
Berita Terkini
95 Pasutri Siri Ikuti Isbat Nikah Terpadu di Cimanggu Sukabumi, Mayoritas Lansia
Sukabumi 17 Sep 2026, 14:15 WIB
Kalah dari Brighton, Manchester United Ulangi Catatan Buruk Hampir 50 Tahun Lalu
Olahraga 17 Sep 2026, 13:24 WIB
Korban Dugaan Pelecehan Sekdishub Sukabumi Bertambah Jadi 3 Pelajar
Sukabumi 17 Sep 2026, 13:12 WIB
Lionel Messi Cetak 100 Gol Bersama Inter Miami, Lengkapi Koleksi 810 Gol di Level Klub
Olahraga 17 Sep 2026, 13:07 WIB
Persib Bandung Cetak Sejarah di Korea Selatan, Igor Tolic Soroti Mentalitas Tim
Olahraga 17 Sep 2026, 12:52 WIB
Tak Hanya Cetak Sejarah di Korea, Kemenangan Persib Bantu Ranking Liga Indonesia Naik 2 Peringkat
Olahraga 17 Sep 2026, 12:47 WIB
Jawab Tantangan Zaman, Nusa Putra University Buka S1 Fisioterapi Berbasis Digital dan Inovasi
Sehat 17 Sep 2026, 12:44 WIB
Yusuf Maulana Menemukan Potensi Besar di Pelosok Jampangtengah Sukabumi
Jawa Barat 17 Sep 2026, 12:10 WIB
Beras Bisa Basi? Kenali Tanda Beras yang Sudah Tidak Layak Dikonsumsi
Sehat 17 Sep 2026, 12:00 WIB
Yusuf Maulana Dampingi Bedah Rumah Warga Gegerbitung, Satu Hunian Kembali Layak Dihuni
Sukabumi 17 Sep 2026, 11:59 WIB
Klasemen Terbaru dan Jadwal Grup E ACL2, Persib Bandung Teratas dengan Poin Sempurna
Olahraga 17 Sep 2026, 11:46 WIB
Dari Kampung di Sukabumi, Ali Ajiz Menapaki Jalan Kemandirian hingga Bekerja di Jakarta
Figur 17 Sep 2026, 11:30 WIB
Kenapa Makanan Bisa Terkontaminasi Bakteri? Ini Penyebab yang Sering Terjadi
Sehat 17 Sep 2026, 11:00 WIB
Jangan Asal Simpan Beras, Ini Kesalahan yang Bisa Memengaruhi Kualitasnya
Food & Travel 17 Sep 2026, 10:00 WIB
Bakteri E. coli dan Bacillus cereus Picu Keracunan, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Sehat 17 Sep 2026, 09:00 WIB
FC Seoul Kalah dari Persib Bandung, Media Korea Soroti Strategi Kim Gi Dong di ACL Two 2026/2027
Olahraga 17 Sep 2026, 08:49 WIB
AC Milan Dipermalukan Benfica 0-2 di San Siro, Awal Buruk di Liga Europa
Olahraga 17 Sep 2026, 08:16 WIB









