'Pengakuan' dari Hadad Alwi–Danilla Riyadi dan Kisah Pilu Lebaran ala Dongker, Warnai Ramadan 2026

Sukabumiupdate.com
Minggu 08 Mar 2026, 15:31 WIB
'Pengakuan' dari Hadad Alwi–Danilla Riyadi dan Kisah Pilu Lebaran ala Dongker, Warnai Ramadan 2026

Kolaborasi antara Danilla Riyadi-Hadad Alwi dan Dongker rilis lagu bertema religi. (Sumber: Instagram/@abihaddadalwi & @baladagehel)

SUKABUMIUPDATE.com - Bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperbaiki diri bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, di bulan ini banyak seniman yang memanfaatkan momen Ramadan untuk semakin kreatif dalam membuat suatu karya. Terutama di dunia musik Indonesia, ada dua rilisan terbaru yang mencuri perhatian publik. 

Kolaborasi antara Danilla Riyadi dan Hadad Alwi merilis lagu bertema “religi”. Banyak yang tak menyangka keduanya akan berkolaborasi, karena keduanya memiliki latar aliran musik yang berbeda. 

Jika kolaborasi Danilla Riyadi dan Hadad Alwi menghadirkan nuansa religi yang lembut, pendekatan berbeda justru ditawarkan oleh Dongker melalui musik yang lebih keras dan penuh energi.

Band asal Bandung, Dongker, yang dikenal memiliki genre Punk Rock dengan karakter tempo cepat dan penuh energik berhasil merilis lagu mengenai kritik sosial yang dipadukan dengan aspek keimanan. 

Baca Juga: Hari Perempuan Sedunia: 9 Cara Menjadi Wanita High Value dan Percaya Diri

1. Pengakuan (Haddad Alwi ft Danilla Riyadi)

Hadad Alwi yang dikenal sering membawakan lagu pop religi bernuansa Islami dan kental dengan sholawat, berkolaborasi dengan Danilla Riyadi yang identik dengan genre jazz dalam lagu berjudul “Pengakuan.” 

“Pengakuan” merupakan hasil penyusunan ulang dari lagu berjudul “Al Itiraf” yang sempat dibawakan Haddad Alwi di tahun 1999. Melansir postingan akun Youtube Authenticity ID, menurut Hadad Alwi, Al Itiraf memiliki arti pengakuan diri terhadap sang pencipta bahwa dirinya tak layak masuk ke dalam surga, serta takan kuat menahan siksa di nerakaNya. 

Hadad Alwi memberikan keterangan digandengnya Danilla sebagai rekan duetnya karena, Danilla memiliki banyak lagu yang berkaitan dengan permasalah serta sebuah kejujuran dalam melihat kehidupan. 

“Sebetulnya masalahnya bukan dari Allah, masalahnya ada di diri kita. Makanya tak ada jalan lain selain mengakui dan minta sesuatu yang dapat menyelamatkan kita dihadapan Allah,” ujarnya. 

Baca Juga: Dihadiri Keluarga dan Sahabat, Suasana Duka Selimuti Prosesi Pemakaman Vidi Aldiano

Di sisi lain, Danilla Riyadi mengatakan bahwa Ia mencoba untuk melakukan aransemen terhadap lagu tersebut agar genre Danilla sendiri dapat masuk dalam jiwa lagu tersebut. 

“Si lagu Pengakuan ini aku arasemen untuk nyimpen jiwa Danilla sendiri dan tanpa menghilangkan gaya bermusik Haddad Alwi,” tuturnya. 

Oh Tuhan, tak pandai aku berharap

Hanya tersisa takut bila kau menjauh

Terimalah diriku dengan segala kurang

Karena pada-Mu akhirnya 'ku akan pulang

Jejak hidupku seluas hamparan pasir

Oh Tuhanku, dengarlah lirih pintaku

Waktu berganti, usiaku pun menyusut

Namun salahku bertambah waktu ke waktu

Aku yang rapuh datang mengetuk pintu-Mu

Mengaku salah dan berharap ampunan-Mu

Tanggal rilis: 28 Februari 2026

2. Takbir Terdengar Kejam (Dongker)

Band asal Bandung, Dongker, yang dikenal dengan karakter musik bertempo cepat dan energik, menghadirkan lirik yang cukup mendalam tentang seseorang yang tidak dapat merayakan hari raya bersama keluarganya.

Fenomena ini tentu tidak asing bagi banyak orang. Di luar sana, tidak sedikit perantau yang harus merayakan hari raya jauh dari kampung halaman akibat tuntutan pekerjaan maupun kondisi kehidupan yang sering kali tidak berjalan sesuai harapan.

Hal tersebut tergambar dalam penggalan lirik, “30 hari aku bergegas pulang sebelum petang untuk menyantap doa di meja makan.” Lirik ini menyiratkan keinginan tokoh dalam lagu untuk segera pulang dan berkumpul bersama keluarga saat waktu berbuka maupun perayaan hari raya.

Baca Juga: Arsenal dan Manchester City Bersaing Raih Quadruple, Siapa Paling Berpeluang?

Namun, pada bagian selanjutnya muncul kegelisahan yang lebih dalam melalui lirik, “Tapi aku benar-benar kebingungan, nasibku imanku negeriku ini.” Kalimat tersebut menggambarkan konflik batin seorang perantau yang diliputi ketidakpastian mengenai nasibnya, sehingga membuatnya tidak dapat kembali pulang seperti yang diharapkan.

Selain itu, Dongker menyisipkan suatu pengakuan terhadap Tuhan atas dosa yang telah diperbuat oleh seseorang dan pasanganya dalam kisah tersebut. 

Ku simpan rapat 

Separuh rahasia hidupku 

Tentang apa ?

Tentang tuhan dan juga dirimu 

Meski kita pernah melakukan dosa yang ternyata amat liar

Khilafku menyesal

Dan takbir terdengar kejam 

Di penghujung jalan 

Aku pun amat menyesal 

Karena tak bisa pulang 

Takbir, yang biasanya identik dengan kebahagiaan, kemenangan, dan suasana haru menjelang hari raya, justru terasa “kejam” baginya. Karena tak dapat merayakan hari raya bersama keluarga. 

Baca Juga: Cap Go Meh Vihara Widhi Sakti Sukabumi 2026 Tanpa Arak-arakan Joli dan Barongsai

Di akhir Music Video yang diunggah oleh akun youtube Dongker, mengisahkan seorang laki-laki yang berencana melamar seorang kekasih dengan memberikan cincin namun sang kekasih memberikan tanda bahwa dirinya mengenakan kalung salib, sembari diiringi lirik di bawah ini;

Pintu yang tertutup 

Belum tentu ia terkunci 

Jalan tuk bahagia

Memang bukan jalan pintas

Hei gagasanku 

Melibatkan perasaanmu

ini bukan permainan

Tapi upaya mencari kebenaran

Tanggal rilis: 6 Maret 2026

Sumber: dari berbagai sumber

Berita Terkait
Berita Terkini