SUKABUMIUPDATE.com - Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua orang menunjukkan sikap dan niat yang sebenarnya. Ada yang terlihat ramah di hadapan orang lain, tetapi diam-diam menyimpan maksud buruk demi mendapatkan keuntungan pribadi.
Dalam budaya Sunda, perilaku seperti ini dapat digambarkan melalui sejumlah babasan dan paribasa yang mengandung sindiran, seperti Nyium Bari Ngégél, Akal Bulus, hingga Daék Macok, Embung Dipacok.
Ungkapan tersebut menjadi cara masyarakat Sunda menyampaikan kritik terhadap orang yang culas, licik, dan tidak jujur.
Baca Juga: Hampir Dua Bulan Gelap, PJU di Jalur Wisata Geopark Ciletuh Sukabumi Dikeluhkan
Berikut beberapa peribahasa atau sindiran dalam Bahasa Sunda yang cocok untuk orang culas (tidak jujur, licik, atau bermuka dua).
1. Beungeut nyanghareup ati mungkir
Artinya: Wajah menghadap ke depan/terlihat baik, tapi hatinya mengingkari atau berniat buruk (muka dua/tidak tulus).
2. Cangkir emas eusi delan
Artinya: Wadahnya (pembawaan/ucapan) terlihat bagus dan menarik seperti emas, tapi isinya kotor atau hatinya jahat serta membahayakan.
3. Abang-abang lambé
Artinya: Bagus kata-katanya di bibir saja, tetapi tidak sesuai dengan isi hati atau perbuatannya.
Baca Juga: Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Disorot, Raffi Ahmad Jadi Sasaran Kritik Netizen
4. Gula jeung uyah katingalina sarua tapi beda
Artinya: Gula dan garam bentuknya hampir sama (sama-sama putih), tapi rasanya sangat berbeda, ibarat orang yang pura-pura manis padahal berniat asin atau merugikan.
5. Keur butuh ngurunyung, teu butuh nurus tunjung
Artinya: Pas lagi butuh saja datang dengan manis, giliran sudah tidak butuh atau selesai urusannya, kelakuannya jadi menyebalkan dan melupakan.
6. Adéan ku kuda beureum
Artinya: Bergaya atau membanggakan diri menggunakan barang milik orang lain.
7. Daék macok, embung dipacok
Artinya: Mau mengambil keuntungan dari orang lain, tetapi tidak mau diperlakukan sama.
8. Nyium Bari Ngegel
Artinya: Bertutur kata manis atau memuji, tetapi sebenarnya memiliki niat, hati, dan maksud yang jahat/buruk (memuji karena ada pamrih.
9. Sulit ati belang bayah
Artinya: Hati yang penuh kedengkian, iri, dengki, atau suka berprasangka buruk (goreng sangka) kepada orang lain.
Itulah beberapa sindiran bahasa Sunda untuk mengungkapkan kritik kepada orang yang culas.















