SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat Sunda memiliki banyak paribasa atau pepatah yang tidak hanya berisi nasihat tentang kehidupan, tetapi juga mengajarkan bagaimana seseorang sebaiknya bersikap ketika bergaul dengan orang lain.
Mulai dari menjaga ucapan, menghormati sesama, tidak sombong, hingga membangun hubungan yang rukun dan saling membantu, semua itu tercermin dalam berbagai ungkapan Sunda yang diwariskan secara turun-temurun.
Nah, berikut ini beberapa contoh pepatah Sunda tentang pergaulan yang bisa diterapkan agar menjadi pribadi yang disegani.
Baca Juga: Musim Hujan Datang, Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai
1. Silih asah, silih asih, silih asuh
Artinya saling mengajari, saling menyayangi, dan saling membimbing atau mengayomi. Ini salah satu prinsip penting dalam hubungan sosial masyarakat Sunda.
2. Kudu hadé gogog, hadé tagog
Artinya harus baik dalam berbicara sekaligus baik dalam tingkah laku. Jadi, seseorang tidak cukup hanya pandai berbicara, tetapi perilakunya juga harus baik.
3. Nyaur kudu diukur, nyabda kudu diungang
Artinya ketika berbicara harus mempertimbangkan perkataan dan keadaan. Cocok untuk menggambarkan pentingnya menjaga ucapan dalam pergaulan.
Baca Juga: Begal Payudara di Pedestrian Kota Sukabumi Berakhir di Tangan Polisi
4. Ulah ngaliarkeun taleus ateul
Artinya jangan menyebarkan sesuatu yang dapat menimbulkan keburukan atau perselisihan. Pepatah ini bisa dikaitkan dengan kebiasaan menyebarkan gosip, fitnah, atau informasi yang memicu konflik.
5. Ngeduk cikur kudu mihatur, nyokél jahé kudu micarék
Artinya kalau hendak mengambil atau menggunakan sesuatu milik orang lain, harus meminta izin terlebih dahulu. Ini erat dengan etika dan sopan santun dalam pergaulan.
6. Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salogak
Artinya hidup bersama secara rukun, kompak, dan bersatu. Ungkapan ini cocok untuk menggambarkan kebersamaan dalam masyarakat.
7. Bengkung ngariung, bongkok ngaronyok
Artinya tetap bersama-sama dan saling membantu, baik dalam keadaan senang maupun menghadapi kesulitan.
8. Pondok jodo, panjang baraya
Artinya meskipun hubungan sebagai pasangan atau jodoh tidak berlangsung lama, hubungan persaudaraan hendaknya tetap dijaga.
9. Sacangreud pageuh, sagolek pangkek
Artinya teguh memegang perkataan, janji, atau pendirian. Dalam pergaulan, ungkapan ini berkaitan dengan kepercayaan dan konsistensi seseorang.
10. Ulah pagiri-giri calik, ulah pagirang-girang tampian
Maknanya jangan saling berebut kedudukan atau membuat perselisihan dengan sesama.
11. Ulah adigung gedé hulu
Artinya jangan sombong atau merasa diri paling hebat.
12. Ulah leutik hate
Artinya jangan mudah tersinggung atau mudah merasa sakit hati.
13. Hirup ulah manggih tungtung, paéh ulah manggih beja
Paribasa ini dikaitkan dengan harapan agar seseorang dikenang dalam kebaikan dan tidak meninggalkan keburukan.
Itulah beberapa contoh pepatah Sunda tentang pergaulan yang diwariskan leluhur untuk generasi muda agar memiliki kepribadian baik.
















