SUKABUMIUPDATE.com - Jalur utama menuju kawasan Geopark Ciletuh, tepatnya ruas jalan provinsi Mareleng–Tamanjaya–Palangpang di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, dikeluhkan pengguna jalan dan warga setempat. Sebab, fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang rute vital ini rusak hingga padam total di sejumlah titik.
Berdasarkan penelusuran dan laporan masyarakat, gangguan fasilitas penerangan tersebut tersebar di dua area berbeda sepanjang akses pariwisata. Warga Ciemas, Irpan (40 tahun), menyebut fasilitas PJU di jalur Tamanjaya hingga Panenjoan sepanjang 1,5 kilometer, sudah tidak beroperasi selama hampir dua bulan. Jalan ini dibangun APBD Jawa Barat tahun 2024.
"PJU dari perkotaan Tamanjaya sampai lokasi wisata Bukit Panenjoan itu sudah hampir dua bulan mati total. Jalur tersebut cukup vital bagi warga maupun wisatawan yang melintas," ujar Irpan kepada sukabumiupdate.com pada Sabtu (31/10/2026).
Baca Juga: Empat Bulan PJU Padam, Jalan Santiong-Cikundul Gelap Gulita: Warga Takut Melintas
Tak hanya infrastruktur lama, proyek PJU baru anggaran tahun 2026 dalam program KDM (Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi) yang membentang dari Panenjoan Desa Tamanjaya hingga Desa Mekarsakti juga ikut disorot. Meski mayoritas lampu beraksesori khusus itu masih berfungsi, kondisi fisik tiangnya dilaporkan sudah banyak yang rusak hingga hilang.
"Untuk PJU program KDM tahun 2026, aksesori pada tiangnya sudah banyak yang rusak dan ada juga yang hilang. Kalau lampunya mayoritas memang menyala, tapi ada tiga tiang yang padam di ujung yang mengarah ke area hutan Cipeucang karena kabelnya putus," ujar Irpan.
Kurangnya penerangan dan kerusakan fasilitas jalan ini dikhawatirkan mengancam keselamatan para pengendara yang melintas pada malam hari. Warga pun mendesak dinas terkait di tingkat Provinsi Jawa Barat untuk segera turun tangan melakukan perbaikan demi menjamin keamanan dan kenyamanan akses menuju kawasan wisata Geopark Ciletuh.















