Wanci Tumoke Jam Berapa, Kenali Penanda Waktu Malam dalam Budaya Sunda

Sukabumiupdate.com
Jumat 09 Okt 2026, 13:15 WIB
Wanci Tumoke Jam Berapa, Kenali Penanda Waktu Malam dalam Budaya Sunda

Ilustrasi - Wanci Tumoke bukan sekadar nama waktu, melainkan salah satu contoh kekayaan pengetahuan tradisional Sunda (Sumber : Google Maps/Eka Khoiri)

SUKABUMIUPDATE.com - Dalam budaya Sunda, wanci merujuk pada waktu atau penanda waktu tertentu dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat Sunda secara tradisional mengenal sejumlah istilah waktu yang tidak selalu menggunakan angka pada jam, tetapi dikaitkan dengan posisi matahari, keadaan alam, dan kegiatan manusia.

Salah satu penanda waktu dalam 24 jam ada yang disebut “Wanci Tumoke”. Mungkin banyak yang belum tahu jam berapa sebenarnya wanci tumoke ini.

Baca Juga: Puncak Datar Kolle, Bukit 1.144 Mdpl dengan Jalur Trekking Melewati Kebun Kopi dan Sungai

Menurut sejumlah sumber tentang pembagian waktu tradisional Sunda, wanci Tumoke merujuk pada waktu sekitar pukul 21.00 malam. Istilah ini dikaitkan dengan suara tokek yang mulai terdengar pada malam hari.

Dalam kehidupan masyarakat Sunda zaman dahulu, waktu tidak selalu ditentukan menggunakan jam.

Masyarakat juga mengamati suara hewan, perubahan cahaya, posisi matahari, serta kebiasaan manusia untuk memperkirakan waktu. Karena itu, nama-nama wanci memiliki hubungan erat dengan keadaan lingkungan sekitar.

Mengapa disebut Tumoke?

Istilah Tumoke sendiri adalah sebutan yang berhubungan dengan kata hewan toke atau tokek. Suara hewan tersebut menjadi salah satu penanda suasana malam di lingkungan perkampungan.
Apa maknanya dalam budaya Sunda?

Baca Juga: Bisa Berdampak Fatal! Kadinkes Sukabumi Minta BGN Evaluasi Pelaporan Kasus Keracunan MBG

Wanci Tumoke memperlihatkan cara masyarakat Sunda tradisional membaca waktu melalui tanda-tanda alam. Suara hewan yang bagi sebagian orang hanya menjadi latar malam, pada masa lalu dapat membantu menggambarkan perkiraan waktu ketika aktivitas harian mulai berkurang.

Dalam urutan wanci malam, Tumoke juga kerap ditempatkan di antara wanci sareureuh budak, yaitu sekitar pukul 20.00–21.00 dan sareureuh kolot, sekitar pukul 22.00.

Dengan demikian, wanci Tumoke bukan sekadar nama waktu, melainkan salah satu contoh kekayaan pengetahuan tradisional Sunda yang menghubungkan kehidupan manusia dengan suara dan perubahan alam di sekitarnya.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini