17 Kekecapan Bahasa Sunda yang Sering Terdengar saat Musim Hujan

Sukabumiupdate.com
Sabtu 03 Okt 2026, 12:30 WIB
17 Kekecapan Bahasa Sunda yang Sering Terdengar saat Musim Hujan

Ilustrasi - Beberapa kekecapan atau kosakata Bahasa Sunda yang sering terdengar saat musim hujan. (Sumber : unsplash.com/@Mike Jumapao)

SUKABUMIUPDATE.com - Musim hujan tidak hanya menghadirkan udara dingin dan jalanan yang basah, tetapi juga memiliki beragam istilah dalam bahasa Sunda yang menarik untuk diketahui.

Ada kata yang menggambarkan hujan rintik-rintik, hujan yang turun terus-menerus, suara air, hingga kondisi ketika air hujan menggenang di jalan.

Beberapa di antaranya bahkan mungkin sudah jarang terdengar dalam percakapan sehari-hari.

Lantas, apa saja kekecapan Bahasa Sunda yang berkaitan dengan musim hujan dan apa artinya? Berikut daftarnya.

Baca Juga: Curug Mariuk Sukamakmur, Destinasi Trekking dengan Panorama Perbukitan yang Eksotis

  1. Ngijih: Musim hujan atau keadaan ketika sering turun hujan
  2. Ngecrek: Hujan yang turun terus-menerus atau hampir setiap hari
  3. Raat: Hujan rintik-rintik atau hujan mulai berhenti
  4. Paralak: Bunyi atau tanda hujan yang mulai jatuh mengenai genting atau permukaan tertentu
  5. Seah: Suara air deras atau suara hujan yang tertiup angin
  6. Cur: Kecap anteuran yang menggambarkan hujan atau air yang dituangkan
  7. Ngaguruh: Suara bergemuruh, misalnya suara hujan deras atau guntur
  8. Caah: Banjir bandang atau keadaan meluapnya air akibat hujan besar
  9. Cileuncang: Genangan air hujan yang terkumpul di tanah, jalan, dan tempat lainnya
  10. Hujaneun: Keadaan ketika seseorang kehujanan atau terjebak hujan ketika sedang bepergian
  11. Iuh: Teduh, terlindung dari panas matahari atau hujan
  12. Katirisan: Kedinginan
  13. Hujan silantang: Hujan yang turun di tempat yang jauh; dari kejauhan terdengar atau terlihat hujannya
  14. Pras-pris: Ketika hujan mulai turun
  15. Miripis: Hujan rintik-rintik
  16. Hujan poyan: Kondisi hujan namun sinar matahari masih bisa menembus awan.
  17. Angkeub: Kondisi mendung dan kondisi langit gelap tertutup awan

Itulah beberapa kekecapan atau kosakata Bahasa Sunda yang sering terdengar saat musim hujan.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini