Arti Babasan Sunda “Mandeg Mayong”, Sering Terjadi dalam Keseharian

Sukabumiupdate.com
Kamis 24 Sep 2026, 13:15 WIB
Arti Babasan Sunda “Mandeg Mayong”, Sering Terjadi dalam Keseharian

Ilustrasi - Mandeg mayong adalah babasan Sunda yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari (Sumber : Pexels.com/@KetutSubiyanto)

SUKABUMIUPDATE.com - Mandeg mayong merupakan salah satu babasan atau ungkapan dalam bahasa Sunda yang menggambarkan keadaan seseorang yang ragu-ragu sehingga tidak memiliki kemajuan atau tidak berkembang, baik dalam usaha, pekerjaan, maupun kehidupannya.

Ungkapan ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang atau suatu keadaan yang jalan di tempat. Misalnya, seseorang sudah lama menjalankan usaha, tetapi tidak ada perkembangan yang berarti. Keadaan tersebut bisa disebut mandeg mayong.

Atau ada juga yang mengartikan “mandeg mayong” sebagai sikap yang ragu-ragu atau tidak tegas.

Baca Juga: Kenali Fake Friend, 6 Sikap Ini Bisa Jadi Tanda Kamu Punya Teman Palsu

Misalnya, seseorang sudah dihadapkan pada dua pilihan, tetapi terus maju-mundur dan tidak kunjung mengambil keputusan. Keadaan seperti itu dapat digambarkan sebagai mandeg mayong.

Makna yang lebih luas

Dalam kehidupan sehari-hari, mandeg mayong dapat menjadi gambaran tentang seseorang yang tidak melakukan perubahan atau usaha untuk memperbaiki keadaan.

Bukan semata-mata berarti gagal, tetapi lebih kepada kondisi ketika seseorang terus berada dalam keadaan yang sama tanpa ada perkembangan.

Misalnya dalam hal pendidikan, seseorang yang tidak mau belajar dan tidak berusaha meningkatkan kemampuannya bisa saja digambarkan kehidupannya mandeg mayong.

Baca Juga: Tools Wajib Buat Si Paling Kepo: 10 Story Viewer Instagram Terbaik

Dalam pekerjaan atau usaha, ungkapan ini juga bisa digunakan ketika seseorang terlalu lama berada di posisi yang sama tanpa berusaha mengembangkan kemampuan atau usahanya.

Jadi, makna ungkapan ini bergantung pada konteks. Jika digunakan untuk keadaan atau usaha, mandeg mayong bisa berarti tidak berkembang atau jalan di tempat.

Jika digunakan untuk menggambarkan sikap seseorang, maknanya dapat mengarah pada kebimbangan atau keragu-raguan.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini