SUKABUMIUPDATE.com - Budaya Sunda memiliki banyak sekali warisan dari para leluhurnya termasuk dalam sistem penanggalan tradisional. Dalam kalender Sunda ini juga ada yang dikenal dengan Pancawara. Mungkin banyak yang belum tahu apa itu pancawara dan apa fungsinya dalam kalender Sunda. Nah, berikut ini kita sama-sama belajar sedikit tentang apa itu Pancawara yang dikutip dari berbagai sumber termasuk.
Dalam kalender sunda ada istilah “Wara” yang diartikan sebagai hitungan hari atau dalam sepekan, ada 10 jenisnya dan penanggalan Sunda sendiri menggunakan pancawara sebagai hari pasaran. Hari-hari pasaran (pancawara) dalam Kala Sunda berselisih dua hari dengan kalender Jawa, misalnya Manis (Legi) dalam kalender Jawa menjadi Pon dalam Kala Sunda.
Baca Juga: Kartika Asuji, Mengenal Nama-nama Bulan dan Hari dalam Kalender Sunda
Siklus 5 harian ini dipercaya memiliki pengaruh ke karakter orang yang lahir di hari tertentu. Ada orang yang memiliki karakter sejuk kaya elemen air di hari “Manis” ada juga yang penuh semangat kaya elemen api di hari “Pahing”, karena setiap pasaran diyakini memiliki makna simbolik. Berikut ini hari pasaran atau Pancawara:
- Manis/Legi – harmoni dan kelembutan
- Pahing – kekuatan dan ketegasan
- Pon – keseimbangan dan stabilitas
- Wage – kebijaksanaan dan ketelitian
- Kliwon – spiritualitas dan kepekaan batin
Bukan hanya tentang mistis, tetapi ini adalah cara unik para leluhur Sunda untuk lebih mengenal potensi diri masing-masing manusia. Pancawara diyakini bisa membantu membaca ritme energi dalam siklus waktu guna memahami pola dan keselarasan hidup menurut warisan kosmologi Sunda.
Baca Juga: Bukan Menggunakan Jam, Begini Cara Leluhur Sunda Menentukan Waktu
Nah, itulah sedikit ulasan mengenai Pancawara atau hari pasaran dalam kalender Sunda yang harus terus dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman yang semakin modern.




