SUKABUMIUPDATE.com - Sebagai salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia, orang Sunda memiliki banyak kebudayaan dan tradisi yang telah diwariskan dari para leluhur terdahulu. Salah satu kebiasaan leluhur Sunda yang cukup unik yaitu cara mereka menentukan atau menunjukan waktu. Uniknya penunjukan waktu itu bukan dengan jam seperti yang dikenal saat ini.
Sebagai penunjuk waktu dalam 24 jam leluhur sunda menggunakan istilah yang disebut dengan “Wanci”, dimana istilah tersebut digunakan dalam beraktivitas sehari-hari. Namun, istilah wanci ini sekarang sudah jarang digunakan akibat zaman yang semakin berkembang.
Baca Juga: 11 Tatarucingan Sunda Lucu, “Hayamna Bodas, Naonna anu Hideung?”
Karena itulah sebagai orang Sunda kita wajib melestarikan warisan yang ditinggalkan para leluhur agar tidak punah ditelan zaman. Wanci dalam bahasa Sunda sendiri dibagi menjadi dua yakni beurang (siang) yang dimulai pukul 06.00 dan peuting (malam) yang dimulai pukul 18.00.Berikut daftar wanci bahasa Sunda yang umum digunakan orang Sunda sejak zaman dulu.
- Wanci tumorék (tengah malam) = pukul 00.30
- Wanci janari sapi (dini hari kondisi sangat sepi) = pukul 01.00
- Wanci janari leutik (dini hari persiapan bagi yang akan beribadah malam) = pukul 01.30
- Wanci janari gedé (dini hari mulai mendekati waktu subuh) = pukul 02.00
- Wanci disada rorongkéng (sejenis serangga mulai berbunyi) = pukul 02.30
- Wanci haliwawar (ayam jantan mulai berkokok 2 kali) = pukul 03.00-03.30
- Wanci janari (dini hari) = pukul 04.00
- Wanci balébat (fajar mulai muncul) = pukul 05.00
- Wanci carangcang tihang (pagi mulai terang) = pukul 05.30
- Wanci murag ciibun/meleték sarangéngé (matahari mulai terbit) = pukul 07.00
- Wanci haneut moyan/laér kanjut (sinar matahari terasa hangat) = pukul 08.00
- Wanci rumangsang (sinar matahari mulai terasa panas) = pukul 09.00
- Wanci pecat sawed (tali pengikat kerbau mulai dilepas) = pukul 10.00
- Wanci manceran (matahari berada di tengah-tengah) = pukul 12.00
- Wanci lingsir ngulon (matahari mulai ke arah barat) pukul 14.00
- Wanci panonpoé satangtung (matahari mulai turun dan cahayanya tidak terlalu panas serta bayangan manusia panjangnya sama dengan tinggi manusianya) = pukul 15.00
- Wanci tunggang gunung (matahari berada tepat di atas gunung atau bukit) = pukul 16.00-17.00
- Wanci sariak layung (mulai muncul lembayung hingga langit jingga) = pukul 17.00-18.00
- Wanci érang-érang (matahari sudah tenggelam tapi kondisi masih terang) = pukul 17.30-18.00
- Wanci sareupna/harieum beungeut (kondisi mulai gelap) = pukul 18.00-18.30
- Wanci sareureuh gaang ( gaang atau orong-orong mulai berhenti bersuara) = pukul 19.00
- Wanci sareureuh budak (anak kecil mulai tidur) = pukul 21.00
- Wanci sareureuh kolot (orang dewasa mulai tidur) = pukul 22.00
- Wanci tengah peuting (tengah malam) = pukul 24.00
Baca Juga: 100 Tatarucingan Sunda nu Bodor Pisan, Lengkap dengan Jawabannya
Itulah penanda waktu atau wanci yang digunakan para leluhur orang Sunda dan harus kita lestarikan agar tidak punah ditelan zaman yang semakin modern.



