SUKABUMIUPDATE.com - Kemampuan mengambil keputusan atau decision making skill merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki anak sejak dini. Skill ini membantu anak memahami pilihan, mempertimbangkan konsekuensi, serta bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
Dengan bimbingan yang tepat, kemampuan ini dapat menjadi bekal berharga bagi anak dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Apa Itu Decision Making Skill?
Decision making skill adalah kemampuan seseorang untuk menentukan pilihan terbaik dari beberapa opsi yang tersedia dengan mempertimbangkan tujuan, informasi, serta dampak dari setiap pilihan.
Baca Juga: Mengenal Child Grooming: Modus Pelecehan Anak yang Sering Tak Disadari Orang Tua
Bagi anak, keterampilan ini tidak hanya tentang memilih, tetapi juga belajar berpikir logis, mengelola emosi, dan memahami akibat dari tindakannya.
Ketika anak terbiasa mengambil keputusan, ia akan memiliki gambaran yang lebih realistis tentang apa yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan dan bagaimana menyikapi hasil dari pilihannya.
Kapan Anak Bisa Dilatih Decision Making?
Secara kognitif, kemampuan pengambilan keputusan yang matang memang berkembang penuh pada usia remaja. Namun, kebiasaan berpikir kritis dan menentukan pilihan dapat mulai dilatih sejak usia prasekolah, bahkan sejak anak berusia 2 tahun.
Semakin dini anak dibiasakan membuat pilihan sederhana, semakin terasah pula kemampuannya dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang lebih kompleks di kemudian hari.
Manfaat Decision Making Skill untuk Anak
Berikut beberapa manfaat decision making skill bagi tumbuh kembang anak:
Baca Juga: Warga Purabaya Olah Jotang Jadi Minyak Atsiri, Peluang Ekonomi Baru Warga Sukabumi
1. Melatih Anak Berpikir Kritis
Anak yang terbiasa membuat keputusan akan belajar menganalisis situasi, membandingkan pilihan, serta memahami sebab dan akibat. Hal ini membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis sejak dini.
2. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Saat anak diberi kesempatan memilih, ia akan merasa dihargai. Kepercayaan diri anak pun meningkat karena ia merasa mampu menentukan apa yang terbaik untuk dirinya.
3. Membantu Anak Mengelola Emosi
Decision making skill mengajarkan anak untuk mengenali perasaan yang muncul saat memilih, seperti ragu, takut, atau senang.
Anak belajar mengelola emosi dan tidak mudah frustasi ketika hasil keputusan tidak sesuai harapan.
4. Membentuk Sikap Tanggung Jawab
Anak yang terbiasa mengambil keputusan akan lebih siap menerima konsekuensi dari pilihannya. Ini membantu membentuk karakter bertanggung jawab dan mandiri.
5. Menjadi Bekal Menghadapi Tantangan Masa Depan
Kemampuan mengambil keputusan dengan baik akan membantu anak menghadapi situasi sosial, akademik, dan kehidupan sehari-hari dengan lebih bijaksana.
Cara Melatih Decision Making Skill pada Anak
Melatih kemampuan ini memerlukan kesabaran dan konsistensi. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan orang tua:
- Berikan Dua Pilihan Positif: Mulailah dengan memberi dua opsi yang sama-sama baik, misalnya memilih baju atau buah untuk camilan. Cara ini membantu anak belajar memilih tanpa merasa tertekan.
- Ajak Anak Berdiskusi: Gunakan pertanyaan terbuka seperti “Kenapa kamu pilih itu?” atau “Menurutmu apa akibatnya?” untuk mendorong anak berpikir lebih dalam.
- Berikan Contoh Nyata: Orang tua dapat menjadi teladan dengan menjelaskan alasan di balik keputusan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari.
- Ajarkan Anak Bangkit dari Kesalahan: Jika hasil keputusan kurang baik, bantu anak memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar dan bukan sesuatu yang perlu ditakuti.
Decision making skill adalah keterampilan penting yang dapat dilatih sejak dini untuk membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan bertanggung jawab.
Baca Juga: YPPDB Hormati Keputusan Pemda Terkait Program Wakaf Dana Abadi Kota Sukabumi
Dengan pendampingan orang tua serta lingkungan yang suportif, anak akan belajar membuat keputusan yang bijak dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.




