5 Golongan yang Diperbolehkan Tidak Puasa Ramadan, Umat Muslim Wajib Tahu!

Minggu 09 April 2023, 04:00 WIB
Ilustrasi ibu hamil - 5 Golongan yang Diperbolehkan Tidak Puasa Ramadan, Umat Muslim Wajib Tahu!. |Foto: Pixabay/Marncom

Ilustrasi ibu hamil - 5 Golongan yang Diperbolehkan Tidak Puasa Ramadan, Umat Muslim Wajib Tahu!. |Foto: Pixabay/Marncom

SUKABUMIUPDATE.com - Saat bulan Ramadan, umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh dan harus menahan diri dari hawa nafsu.
 
Akan tetapi, kewajiban puasa di bulan Ramadan tidak berlaku bagi beberapa golongan ini. Allah SWT memberikan keringan bagi beberapa golongan ini agar tidak berpuasa di bulan Ramadan.
 
Golongan ini dapat mengganti puasa Ramadan di lain waktu atau bisa juga dengan membayar fidyah. Secara harfiah fidyah berarti tebusan, sedangkan menurut syariat,  fidyah berarti denda yang wajib dilaksanakan.
 
Nah, Mengutip laman Muhammadiyah via Tempo.co, berikut beberapa golongan di antaranya:
 
1. Orang yang Sakit
 
Orang yang sakit dan orang yang dalam perjalanan boleh tidak berpuasa pada bulan Ramadan tetapi orang tersebut wajib mengganti (qadla) pada hari lain.
 
2. Perempuan Haid atau Nifas
 
Perempuan yang sedang haid dan tidak berpuasa Ramadan, maka wajib mengganti puasa (qadla) di luar bulan Ramadan sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Aisyah ra:
 
 
Diriwayatkan dari Aisyah r.a., bahwa ia berkata: “Kami kadang-kadang mengalami itu (haid), maka kami diperintahkan untuk mengganti puasa dan tidak diperintahkan untuk mengganti salat.” (HR. Muslim).
 
3. Orang Tua Renta
 
Orang yang merasa berat untuk berpuasa maka ia wajib mengganti dengan membayar fidyah, tidak perlu mengganti dengan puasa (qadha). Adapun yang termasuk dalam golongan ini adalah orang yang sudah tua seperti hadis dari Ibnu Abbas:
 
 
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ia berkata: Telah diringankan bagi orang yang sudah tua untuk berbuka puasa (di bulan Ramadan) dan memberi makan (fidyah) kepada orang miskin setiap hari (sesuai dengan hari yang ia tidak puasa) dan tidak wajib mengganti dengan puasa (qadha). (HR. al-Hakim, hadis ini shahih menurut syarat al-Bukhari).
 
4. Ibu Hamil dan Menyusui
 
Ibu hamil atau yang tengah menyusui bayinya diperbolehkan meninggalkan puasa. Hal ini dibolehkan jika ia mengalami kesulitan berpuasa atau khawatir akan keselamatan anak ataupun janin yang sedang dikandungnya. Ia diwajibkan mengganti puasa yang ditinggalkan pada kemudian hari.
 
5. Anak Kecil
 
Anak kecil atau balita dibawah lima tahun, anak usia kurang dari 7 tahun atau bisa disebut anak belum baligh dan belum dewasa tidak diwajibkan ikut puasa.
 
 
Namun, bagi mereka yang sudah menginjak sekitar tujuh tahun, maka tugas orangtua wajib melatihnya dengan catatan tidak boleh memaksanya. Itupun puasanya berdasarkan kesanggupan sang anak.
 
Sumber: Tempo.co
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Inspirasi29 Februari 2024, 23:54 WIB

Budaya Kerja Jadi Rahasia Kesuksesan Netflix, Bikin Betah Karyawan!

Terungkap rahasia kesuksesan netflix, budaya kerjanya bikin betah karyawan.
Gambar logo netflix. (Sumber : Pinterest)
Sukabumi29 Februari 2024, 23:54 WIB

Rindu Atraksi Barongsai, Ribuan Pengunjung Padati Bazar Cap Go Meh Kota Sukabumi

Ribuan pengunjung yang rindu atraksi Barongsai tumpah ruah penuhi Bazar Cap Go Meh di Kota Sukabumi. Ada juga bazar UMKM dilokasi acara Cap Go Meh
Ribuan Pengunjung padati Jalan Pajagalan Kota Dukabumi dapam acara Vazar Cap Go Meh pada Kamis (29/2/2024) | Foto : Asep Awaludin
Food & Travel29 Februari 2024, 23:49 WIB

Daftar 21 Merek Kurma Produk Israel, Banyak Beredar saat Ramadan

Masyarakat mulai membeli kurma seiring jelang bulan Ramadan tahun 2024. Namun Anda bisa memilah kurma yang akan Anda beli karena kurma produk Israel tersebar di berbagai negara termasuk Indonesia.
Daftar 21 kurma produk Israel yang banyak beredar saat Ramadan | Foto : Pixabay
Internasional29 Februari 2024, 23:38 WIB

Innalillahi, Korban Meninggal Akibat Serangan Israel di Gaza Tembus 30 Ribu Jiwa

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Kamis 29 Februari 2024 menyebut jumlah kematian di Jalur Gaza sejak serangan Israel pada 7 Oktober lalu telah melampaui 30 ribu jiwa
Jumlah kematian di Jalur Gaza sejak serangan Israel pada 7 Oktober lalu telah melampaui 30 ribu jiwa | Foto: YouTube/Chiosphotos.gr
Nasional29 Februari 2024, 23:30 WIB

Stok Jagung Langka dan Mahal, PINSAR Desak Pemerintah Turun Tangan

Kalangan peternak ayam petelur yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Nasional mendesak pemerintah campur tangan
Stok Jagung langka | Foto : Pixabay
Sukabumi Memilih29 Februari 2024, 23:23 WIB

Golkar Rebut 2 Kursi, 9 Caleg Dapil 3 Diprediksi Lolos DPRD Kabupaten Sukabumi

Berikut daftar nama Caleg Dapil 3 yang diprediksi menduduki kursi DPRD Kabupaten Sukabumi periode 2024-2029.
Daftar 9 Caleg Dapil 3 Kabupaten Sukabumi yang diprediksi lolos ke Jajaway. (Sumber : Sukabumi Update)
Nasional29 Februari 2024, 23:17 WIB

Ambang Batas Parlemen 4 Persen Tidak Berlaku Mulai 2029

Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus ketentuan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen yang selama ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Hakim Mahkamah Konstitusi | Foto : Ist
Sukabumi29 Februari 2024, 23:03 WIB

Ratusan Warga Datangi Balai Desa Wanasari Sukabumi Pertanyakan Pemotongan BPNT

Ratusan warga Desa Wanasari Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi mendatangi kantor Desa Wanasari mempertanyakan kaitan adanya dugaan pemotongan BPNT, Kamis 29/2/2024.
Ratusan warga ontroh balai desa Wanasari Surade Sukabumi pertanyakan pemotongan BPNT | Foto : Ragil Gilang
Nasional29 Februari 2024, 22:42 WIB

Sindir Orang-orang Ribut Beras Mahal, Dedi Mulyadi: Saat Rokok & Skincare Naik Diam

Politisi Partai Gerindra, Dedi Mulyadi mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait jeritan masyarakat karena harga beras yang kian mahal.
Politisi Partai Gerindra, Dedi Mulyadi | Foto : Ist
Nasional29 Februari 2024, 22:35 WIB

KPU Rajin Langgar Kode Etik, Ini Fakta Pelanggaran dan Sanksi untuk Hasyim Asy'ari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari kembali menerima sanksi pelanggaran etik dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sanksi yang terbaru ini menjadi sanksi keempat yang diterima Hasyim.
Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari | Foto : Capture Youtube KPU RI