SUKABUMIUPDATE.com – Menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan di negeri orang memberikan pengalaman spiritual yang unik, itulah yang dirasakan Yudi Muhammad Rizki (38 tahun). Warga Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini membagikan kisahnya menjalani puasa di Sydney, Australia.
Menetap di Sydney sejak Desember 2018 bersama istri dan kedua anaknya, Yudi mengaku durasi puasa di Negeri Kanguru tersebut sangat dinamis. Perbedaan utama terletak pada siklus musim yang memengaruhi panjang pendeknya waktu siang dan malam.
“Kalau musim panas, siangnya lebih lama jadi puasanya lebih lama. Kalau musim dingin, puasanya terasa lebih sebentar,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (21/2/2026).
Yudi mengenang momen Ramadan pertamanya di Sydney pada Mei 2019 yang bertepatan dengan musim dingin. Saat itu, durasi puasa terasa sangat ringan bahkan lebih singkat dibandingkan di Indonesia.
"Waktu itu Subuh sekitar jam 06.00 pagi dan jam 17.00 sore sudah Magrib. Jam 5 sore itu suasana sudah gelap. Semua tergantung iklimnya," kenangnya.
Baca Juga: Muhibah Ramadan di 12 Lokasi, Pemkab Sukabumi Siapkan Hadiah Umrah untuk Jemaah
Kondisi berbalik saat Ramadan jatuh di musim panas. Waktu Magrib bisa bergeser hingga pukul 20.00 atau 21.00 malam. Saat ini, Sydney memang sedang berada di musim panas, sehingga durasi puasa yang dijalani Yudi dan keluarga terasa lebih panjang dan menantang.
Meski demikian, pria yang bekerja di Sydney ini menganggap tantangan cuaca dan waktu bukanlah penghalang.
“Semua kembali ke niat. Mau musim panas atau dingin, kita jalani saja,” ungkapnya.
Selain durasi, perbedaan mencolok lainnya adalah status Muslim sebagai minoritas. Suasana Ramadan di Sydney tentu tidak semeriah di Cicurug yang kental dengan suara bedug atau keramaian takjil. Selain itu, terdapat selisih waktu 4 jam antara Sydney dan Sukabumi.
"Kalau di Sydney sudah malam, di Sukabumi waktu masih sore," tambah Yudi. Walau jauh dari kampung halaman, kehadiran istri dan dua buah hatinya di Sydney menjadi penyemangat utama dalam menjaga kekhusyukan ibadah di tengah keberagaman Australia.





