Hasil Sidang Koroner: Pangeran Abdullah bin Fahad Meninggal Akibat Alkohol dan Narkoba

Sukabumiupdate.com
Jumat 24 Jul 2026, 17:34 WIB
Hasil Sidang Koroner: Pangeran Abdullah bin Fahad Meninggal Akibat Alkohol dan Narkoba

Pangeran Arab Saudi Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi al Saud (Sumber: the sun)

SUKABUMIUPDATE.com - Pangeran Arab Saudi Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi al Saud ditemukan meninggal dunia di dalam kamar hotel mewah London Marriott Hotel Kensington. Hasil persidangan koroner, pemuda berusia 29 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhir akibat racun kombinasi alkohol tingkat tinggi dan obat-obatan terlarang atau narkoba.

Tim medis menemukan kandungan alkohol dalam darah korban mencapai tiga kali lipat melebihi ambang batas aman. Temuan toksikologi juga menunjukkan keberadaan zat berbahaya seperti gamma-hydroxybutyrate (GHB), ganja, hingga obat penenang keras Xanax.

Sebelum insiden tragis pada 25 November 2025 tersebut, mendiang sebenarnya telah berupaya keras menyembuhkan ketergantungannya. la sempat menjalani program detoksifikasi intensif di Klinik Priory, London, dengan biaya perawatan mencapai Rp 837,4 juta per minggu. Di fasilitas pemulihan tersebut, Pangeran Abdullah menerima penanganan khusus untuk memutus keterikatan pada alkohol, benzodiazepin, dan obat kecemasan.

Baca Juga: Transportasi Jabar Dibenahi, KDM Siapkan Peremajaan Angkot dan Aktifkan Bandara Husein

Seorang psikiater konsultan, Victoria Chamorro mengatakan, sang pangeran telah berpartisipasi dengan baik dalam perawatan detoksifikasi di The Priory, yang berjalan tanpa efek samping fisik.

"Dia bersikap mendukung dan ramah terhadap sesama pasien, serta menjalin pertemanan. Saat masuk rumah sakit, dia dinilai mengalami gejala suasana hati yang rendah dan kecemasan," kata dia, dikutip dari Telegraph dari suara.com.

Usai keluar dari klinik pemulihan, korban sempat melanjutkan perawatan di fasilitas Rainforc Hall dengan biaya Rp 167,4 juta per pekan sebelum akhirnya check-in di hotel pada 19 November 2025.

Baca Juga: Lahan Alang-alang di Warungkiara Sukabumi Kebakaran, Api Diduga dari Bakar Sampah

Kamera pengawas merekam momen terakhirnya saat keluar kamar untuk merokok pada malam sebelum dirinya ditemukan meninggal dunia. Petugas kebersihan lantai lima menemukan jasad bangsawan tersebut terbaring di kamar mandi terlindung dalam kondisi pintu terkunci dari dalam.

Upaya pertolongan darurat dari tim medis tidak mampu menyelamatkan nyawa Pangeran Abdullah yang dinyatakan tewas di tempat kejadian. Laporan otopsi resmi mengonfirmasi bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit kronis, namun mengalami henti jantung akibat efek fatal penumpukan obat serta alkohol.

Pihak kepolisian dan koroner memastikan tidak ada keterlibatan orang lain maupun indikasi tindakan kriminal dalam insiden ini. Asisten koroner, Jean Harkin menyebut, ia tidak percaya korban berniat mengakhiri hidupnya, dengan mencatat bahwa laporan dari Priory maupun Rainford Hall menyebutkan tidak ada kekhawatiran.

Baca Juga: 26 Pemain Timnas Indonesia untuk ASEAN Championship 2026, Tujuh Penggawa Persib Masuk Skuad

Harkin secara resmi menyimpulkan kematian tersebut sebagai kecelakaan tak disengaja yang dipicu oleh overdosis obat-obatan dan alkohol. Kasus ini menjadi sorotan luas di Inggris setelah proses pemeriksaan toksikologi dan hasil persidangan koroner dipublikasikan secara resmi ke publik pada Juli 2026.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini