Mengenal Maladewa, Negara dengan Penduduk 100 Persen Beragama Islam

Sukabumiupdate.com
Jumat 20 Feb 2026, 21:48 WIB
Mengenal Maladewa, Negara dengan Penduduk 100 Persen Beragama Islam

Potret utara salah satu kota di Maladewa | Foto : Youtube Lifevibes ID

SUKABUMIUPDATE.com - Maladewa atau Maldives merupakan sebuah negara berbentuk Republik, saat ini dipimpin oleh Presiden Mohamed Muizzu dan Wakil Presiden Hussain Mohamed Latheef yang menjabat sejak 17 November 2023. Maladewa merdeka dari Inggris pada tanggal 26 Juli 1965 dan diperingati sebagai hari kemerdekaan setiap tahunnya.

Negara ini terletak di Samudra Hindia dan berada di selatan-barat daya India dan barat daya Sri Lanka atau atau di sebelah barat laut Indonesia. Jarak tempuh penerbangan dari Indonesia (Bandara Cengkareng) ke Maladewa berjarak 3.852 km dengan durasi 7 sampai 10 jam.

Luas wilayah Maladewa didominasi oleh perairan sebesar 115.300 kilometer persegi, sementara daratan seluas 300 kilometer persegi. Maladewa memiliki pulau sebanyak 1.190 hingga 1.192 pulau karang (atol) yang tersebar di wilayah perairan seluas 90.000 km². Ketinggian rata-rata hanya 2 meter di atas permukaan laut.

Mata pencaharian penduduk Maladewa utamanya berpusat pada sektor laut, dengan pariwisata sebagai penggerak ekonomi terbesar dan perikanan sebagai mata pencaharian tradisional yang vital.

Baca Juga: Sembari Menangis, Ayah NS Ceritakan Cita-cita Sang Anak yang Ingin Jadi Kiyai

Maladewa Negara dengan Penduduk 100 Persen Muslim

Mengutip Worldometers, jumlah penduduk Republik Maladewa saat ini per Jumat, 20 Februari 2026 yaitu sebanyak 530.874 jiwa. Populasi Maladewa setara dengan 0,0064% dari total populasi dunia. Jumlah penduduk Maladewa setara dengan dua kali lipat penduduk Kota Sukabumi. 

Ajaran Islam yang dianut oleh penduduk Maladewa adalah Islam Sunni. Sedangkan etnis yang berkembang di sini adalah Dhivehi (keturunan India Selatan, Sinhala dan Arab).

Maladewa dianggap sebagai negara dengan 100 persen populasi Muslim karena aturan dan undang-undangnya melarang orang non-Muslim menjadi warga negara.

Kehadiran populasi yang 100 persen Muslim di Maladewa mengakibatkan penerapan hukum syariah. Dikutip dari kemlu.go.id, sistem peradilan di negara ini didasarkan pada prinsip-prinsip hukum Islam.

Oleh karena itu, hakim di Maladewa diwajibkan untuk memutuskan perkara berdasarkan hukum syariah ketika kasus yang mereka tangani tidak diatur oleh konstitusi atau undang-undang.

Selain itu, konstitusi Maladewa adalah gabungan dari sistem pemerintahan modern dan hukum Islam. Konstitusi 2008 juga mengakui kebebasan berpendapat bagi warga negara.

Namun, kebebasan tersebut dibatasi oleh prinsip-prinsip hukum dan syariah Islam. Dengan kata lain, warga Maladewa dapat menyampaikan pendapat mereka secara bebas, selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

Baca Juga: Suasana Haru Iringi Pemakaman NS, Sang Paman Minta Publik Bijak Sikapi Isu di Medsos

Idul Fitri di Maladewa

Tak jauh berbeda dengan Indonesia, Kuda Eid selalu diawali dengan ibadah shalat Idul Fitri di masjid pada pagi hari. Setelah itu, masyarakat kembali ke rumah masing-masing, dan saling mendoakan satu sama lain.

Sebagaimana pemahaman umum tentang Idul Fitri, Kuda Eid merupakan awal dari bulan Syawal, atau bulan ke 10 kalender Hijriah yang sekaligus menjadi akhir Ramadhan. Untuk itu, tanggal 1, 2, dan 3 Syawal di Maladewa ditetapkan sebagai hari libur nasional, sebagaimana kebanyakan negara berpenduduk mayoritas Muslim menerapkannya.

Sejarah Masuknya Islam di Maladewa

Dikutip dari laman Letsgo Maldives, sejarah Islam di Maladewa dimulai pada abad ke-12. Sebelum masuk Islam, Maladewa menganut agama Buddha. Bahkan sisa-sisa sejarah stupa dan biara Buddha masih ditemukan di beberapa pulau.

Islam masuk ke Maladewa berkat ajaran ulama dan orang suci India Utara, Abu al-Barakat Yusuf al-Barbari.

Ia konon tiba di Maladewa sekitar abad ke-12 dan memainkan peran penting dalam perpindahan agama penguasa Maladewa saat itu, Sultan al-Adil. Ini menandai awal pengaruh Islam di Maladewa.

Baca Juga: Soal THR Belum Jelas, 2.800 Buruh PT Muara Tunggal Mau Audiensi ke Bupati Sukabumi

Pengaruh Islam di Maladewa menyebabkan transformasi signifikan terhadap budaya, tradisi, dan cara hidup. Selama berabad-abad, Maladewa mengembangkan perpaduan unik antara unsur budaya Islam dan pribumi.

Dengan mayoritas penduduknya Muslim, budaya di Maladewa masih sangat terkait dengan tradisi Islam. Adzan di Maladewa masih bergema di seluruh pulau dari berbagai masjid. Selain itu, Hari raya Islam juga dirayakan dengan penuh semangat.

Sumber : berbagai sumber

Berita Terkait
Berita Terkini