Mencicipi Masakan Saat Puasa Ramadan Apakah Bikin Batal? Ini Hukumnya

Sukabumiupdate.com
Jumat 20 Feb 2026, 22:14 WIB
Mencicipi Masakan Saat Puasa Ramadan Apakah Bikin Batal? Ini Hukumnya

Ilustrasi - Mencicipi Masakan Saat Puasa Ramadan Bagaimana Hukumnya? | (Sumber : Freepik.com/@ our-team)

SUKABUMIUPDATE.com - Mencicipi masakan sebelum disajikan saat berbuka puasa kerap menjadi pertanyaan setiap tahunnya. Dimana sebelum hidangan tersaji di meja makan, rasanya harus dipastikan sudah pas di dapur.

Masakan yang terlalu asin atau hambar tentu bisa mengurangi selera makan saat berbuka. Lalu bagaimana jika orang yang mencicipi itu sedang berpuasa?

Penjelasan mengenai hal ini penting agar seseorang tidak merasa ragu ketika harus memastikan cita rasa masakan tetap sesuai.

Baca Juga: Amalan Penghapus Dosa, Doa Jeda Shalat Tarawih yuk Dibaca!

Dikutip dari NU Online, Syekh Abdullah bin Hijazi asy-Syarqawi dalam kitab Hasyiyatusy Syarqawi ‘ala Tuhfatith Thullab menjelaskan bahwa di antara perkara makruh saat berpuasa adalah mencicipi makanan karena dikhawatirkan rasa tersebut sampai ke tenggorokan. Kekhawatiran ini berkaitan dengan potensi dorongan nafsu yang sulit dikendalikan.

وذوق طعام خوف الوصول إلى حلقه أى تعاطيه لغلبة شهوته ومحل الكراهة إن لم تكن له حاجة ، أما الطباخ رجلا كان أو امرأة ومن له صغير يعلله فلا يكره في حقهما ذلك قاله الزيادي “

Namun, kemakruhan tersebut berlaku jika tidak ada kebutuhan mendesak. Berbeda halnya dengan juru masak, baik laki-laki maupun perempuan, serta orang tua yang perlu memastikan makanan atau obat untuk anak kecilnya. Dalam kondisi seperti itu, mencicipi makanan tidak dihukumi makruh. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Az-Zayadi.

Singkatnya, bagi orang yang berpuasa, mencicipi masakan diperbolehkan selama ada kebutuhan yang dibenarkan secara syariat.

Syaratnya, setelah dicicipi, makanan tersebut harus segera dikeluarkan kembali dan tidak ditelan. Jika sampai ditelan, bukan hanya haram, tetapi juga dapat membatalkan puasa.

 

Berita Terkait
Berita Terkini