Sinopsis Para Pencari Tuhan Jilid 19 Episode 3: Anak Jalanan dan Ormas Barbar

Sukabumiupdate.com
Jumat 20 Feb 2026, 18:18 WIB
Sinopsis Para Pencari Tuhan Jilid 19 Episode 3: Anak Jalanan dan Ormas Barbar

Sinopsis Para Pencari Tuhan Jilid 19 Episode 3. (Sumber : Instagram/@parapencarituhanppt.sctv).

SUKABUMIUPDATE.com - Sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 19 kembali hadir menemani pemirsa di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Serial legendaris ini masih diperkuat para pemain lama, seperti Deddy Mizwar sebagai Bang Jack, Jarwo Kwat sebagai Pak Jalal (H. Ahmad Jalaluddin), Udin Nganga sebagai Udin, hingga Asrul Dahlan sebagai Asrul.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sinetron ini selalu dinantikan. Pada jilid ke-19, cerita semakin relevan dengan kehidupan sosial masa kini, mengangkat fenomena anak-anak jalanan yang gemar mengemis dan mencopet, organisasi kemasyarakatan (ormas), debt collector, hingga dinamika anak muda.

Kehadiran Ridwan Ghany sebagai Jarot sebagai pemimpin anak-anak jalanan yang berpengaruh namun berada di persimpangan moral, menambah konflik cerita. Sementara itu, aktor muda Raihan Khan memerankan Muluk, sarjana manajemen yang terjebak antara idealisme dan kerasnya realita ekonomi jalanan.

Para Pencari Tuhan Jilid 19 tayang setiap hari selama bulan Ramadan pukul 02.45 WIB. Pada episode ketiga, penonton akan disuguhkan kisah yang semakin menarik. Berikut sinopsisnya:

Sinopsis Para Pencari Tuhan Jilid 19

Episode terbaru menampilkan beragam konflik sosial yang dikemas dengan dialog satir dan menyentuh. Di pos ronda, Samsul yang diperankan Angga Putra ditanya teman-temannya tentang pekerjaannya, lalu ia mengatakan disana belajar membaca, menulis, berhitung, dan pengetahuan umum.

Di sisi lain, Bang Jarot yang diperankan Ridwan Ghany justru memberi pemahaman kepada anak-anak pengemis dan pencopet yang jika mereka sekolah akan mengurangi penghasilannya. 

“Kalau gara-gara sekolah penghasilan kita makin dikit, enggak apa-apa, Bang,” kata anak-anak pengemis dan pencopet. 

Jarot menanggapi “Kalau lu sekolah, penghasilan lu makin banyak sebab lu makin pintar pura-pura,” ujarnya.

Percakapan seru juga terjadi antara Pipit dan Muluk, masing-masing diperankan Farisha Fasha dan Raihan Khan, dimana Pipit bertanya tentang upah ia mengajar dimana didapatkan dari hasil mencopet anak-anak.

“Jadi honor aku dibayar dari teman copet, Bang, ujar Pipit ke Muluk. “Iya, kita enggak bisa langsung ngelarang anak-anak itu untuk nyopet dan ngemis, timbal Muluk.

Lalu anggota organisasi masyarakat (ormas) BARBAR, yang diketuaii oleh Ricky Malau, menegaskan bahwa keberlangsungan dan kemajuan ormas tersebut sangat bergantung pada penambahan jumlah anggota.

“BARBAR tidak akan bisa maju kalau jumlah anggotanya tidak bertambah,” ujarnya.

Namun, dua orang anggota lainnya menyampaikan pandangan berbeda. Menurut mereka, reputasi BARBAR yang sudah terlanjur buruk membuat upaya perekrutan anggota baru menjadi sulit.

“Reputasi BARBAR sudah jelek, jadi susah cari anggota baru,” ungkap keduanya.

Dalam sebuah adegan lainnya, Deddy Mizwar yang berperan sebagai Bang Jack mengatakan kepada Udin jika tidak boleh mengajak Asrul masuk ormas dengan paksaan. 

“Mau masuk Islam saja tidak boleh dipaksa, apalagi masuk ormas,” ujarnya.

Sementara itu, Udin Nga Nga sebagai Udin menyampaikan kekhawatirannya terhadap kehidupan Asrull. “Saya cuma tidak mau si Asrul hidupnya miskin terus,” katanya.

Bang Galak, diperankan Tyo Pakusadewo, justru melontarkan ancaman keras. “Gua mau ngegorok anggota BARBAR semua,” ucapnya. Mendengar hal itu, Bang Jack segera mengingatkan kepada Asrul, “Ajak-ajak si Udin keluar.”

Di scene akhir, Ridwan Ghany sebagai Jarot yang mengurus anak-anak pengemis dan pencopet, mengingatkan agar tetap fokus. “Udah, udah, kerja-kerja,” katanya.

Farisha Fasha sebagai Pipit menambahkan pesan religius, “Jangan lupa sebelum kerja baca bismillah.” Namun Raihan Khan sebagai Muluk mengingatkan, “Pit, mereka mau nyopet dan ngemis.” Pipit pun meralat ucapannya, “Oh iya. Tidak usah baca bismillah, silakan kerja.”

 

Berita Terkait
Berita Terkini