Dua Kali Kebakaran di TPA Cikundul Sukabumi, 1.000 Meter Persegi Lahan Terdampak

Sukabumiupdate.com
Senin 28 Sep 2026, 11:33 WIB
Dua Kali Kebakaran di TPA Cikundul Sukabumi, 1.000 Meter Persegi Lahan Terdampak

Petugas memadamkan kebakaran di TPA Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Minggu (27/9/2026). | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, berdampak pada area seluas sekitar 1.000 meter persegi atau 10 are. Angka ini mencakup kawasan yang terbakar dalam dua kejadian berbeda pada Sabtu dan Minggu, 26-27 September 2026.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Lembursitu AKP Erik Sukandar. Ia mengatakan, meski api telah padam, termasuk dibantu hujan, petugas tetap melakukan pemantauan.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan kebakaran Minggu kemarin muncul di lokasi berbeda dengan kejadian pada Sabtu. Ia mendapatkan laporan adanya tiga titik api di area masuk TPA Cikundul, tempat dumptruck biasa menurunkan sampah. Api terlihat di bagian depan, tengah, hingga pojok area pembuangan.

"Cukup jauh jaraknya dari lahan nonaktif yang semalam (Sabtu) terbakar. Sementara ini ada di lahan TPA yang aktif ," ujar Bobby di akun Instagram pribadinya, Minggu sore.

Penanganan kemudian terbantu hujan yang turun pada Minggu sekira pukul 15.00 WIB. Bobby mengatakan hujan berdampak pada pemadaman api, meski petugas tetap melakukan penanganan dengan menggali dan menyiram area yang terbakar. Hingga sore, Bobby mengungkapkan pemantauan di lokasi masih berlangsung.

Baca Juga: TPA Cikundul Dua Kali Terbakar, Pemkot Sukabumi Akui Armada Damkar Banyak Menua

Kebakaran juga sempat mengganggu aktivitas pembuangan sampah. Bobby menyebut pada Minggu siang, terdapat empat dumptruck yang mengantre dan tertahan karena belum dapat masuk untuk membuang sampah ke TPA Cikundul. Ia meminta maaf kepada masyarakat yang pengangkutan sampahnya terganggu.

Beberapa bulan sebelumnya, sukabumiupdate.com telah melakukan liputan mendalam tentang krisis sampah di TPA Cikundul. Lahan TPA seluas kurang lebih 10,7 hektare yang beroperasi sejak 1995 hampir mencapai batas maksimal penampungan. Selama bertahun-tahun, ruang di tempat tersebut hanya ditata ulang.

Penundaan itu semakin bergerak menjadi realitas membahayakan. Dengan timbulan 185 ton sampah setiap hari, Kota Sukabumi berlari mengejar waktu. Situasi semakin pelik saat mayoritas sampah tetap berakhir di TPA. Pada 2024, hanya 26,8 persen yang berhasil dikelola melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle.

Data pertengahan 2025 menunjukkan sebaran yang mengejutkan. Cikole menjadi penyumbang sampah terbesar dengan 33,6 ton per hari. Dari tujuh kecamatan, tak ada satu pun yang menghasilkan kurang dari 20 ton per hari. Ada apa sebenarnya di balik beban sampah yang terlihat menumpuk di wilayah tertentu?

Pemerintah Kota Sukabumi terus memutar otak untuk menunda waktu tutup dengan penataan lahan dan metode penimbunan modern. Namun krisis Cikundul bukan sekadar tentang menumpuknya sampah. Laporan lengkap terkait data-data ini dapat dibaca dalam artikel berjudul "Krisis Sampah Kota Sukabumi dalam Angka”.

Berita Terkait
Berita Terkini