SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi mengawal langsung penyerapan gabah petani melalui program Serapan Gabah (Sergap) Bulog usai panen raya di Kelompok Tani (Poktan) Bibilintik II, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, pada Selasa (28/07/2026).
Pada panen tersebut, produktivitas padi mencapai 9,6 ton per hektar, menjadi capaian yang dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, bersama Kepala Bidang Sarana Deni Ruslan hadir langsung dalam kegiatan panen sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah memastikan hasil panen petani terserap dengan baik.
"Alhamdulillah sudah panen di Poktan Bibilintik II. Di dalamnya ada 56 anggota yang mengelola lahan seluas 25 hektar. Produktivitas hasil ubinan yang mencapai 9,6 ton per hektar merupakan capaian yang sangat menggembirakan," kata Aep, pada Minggu (2/8/2026).
Menurut Aep, capaian tersebut membuktikan produktivitas padi di Kabupaten Sukabumi terus meningkat berkat penerapan budidaya yang baik, dukungan sarana produksi, serta pendampingan kepada petani yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, Distan Kabupaten Sukabumi akan terus mengawal penyerapan gabah agar petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang layak. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga semangat petani dalam meningkatkan produksi.
Baca Juga: 14 Jembatan Pascabencana di Kabupaten Sukabumi Rampung, Disperkim: 23 Lainnya Rusak Berat
Poktan Bibilintik II sendiri beranggotakan 56 petani dengan luas lahan sekitar 25 hektar. Hasil ubinan yang mencapai 9,6 ton per hektar menjadi salah satu indikator keberhasilan budidaya padi di wilayah tersebut.
Ke depan, kata Aep, Distan Kabupaten Sukabumi akan terus memperkuat sinergi dengan kelompok tani melalui pendampingan intensif, penyediaan sarana produksi pertanian, serta penguatan kelembagaan petani.
"Kami ingin memastikan hasil panen petani terserap secara optimal. Ketika petani mendapatkan kepastian pemasaran, mereka akan semakin termotivasi meningkatkan produktivitas. Pada akhirnya, kondisi ini akan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi terhadap swasembada pangan nasional," bebernya. (*)















