Ungkap Kondisi 3 Pelajar Korban Dugaan Pelecehan Oknum Pejabat Dishub Sukabumi, DP3A Beri Pendampingan

Sukabumiupdate.com
Kamis 17 Sep 2026, 20:26 WIB
Ungkap Kondisi 3 Pelajar Korban Dugaan Pelecehan Oknum Pejabat Dishub Sukabumi, DP3A Beri Pendampingan

Ilustrasi korban tindak asusila. (Sumber : Freepik).

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi memastikan pendampingan terhadap tiga pelajar yang diduga menjadi korban kekerasan seksual dalam perkara yang menyeret oknum Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP terus berjalan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Wilayah Sukabumi, Yeni Dewi Endrayani mengatakan, dari tiga pelajar yang didampingi, dua di antaranya telah menjalani pendampingan psikolog.

"Iya, tiga. Dari Kalapanunggal satu, dari Cibadak sekolah Cibadak dua," ujar Yeni kepada sukabumiupdate.com, Kamis (17/9/2026).

Yeni menjelaskan, pendampingan psikolog untuk dua korban asal wilayah Cibadak telah dilakukan. Sementara satu korban asal Kalapanunggal belum menjalani asesmen psikolog karena jadwalnya berbarengan dengan proses pemeriksaan berita acara pemeriksaan (BAP) oleh kepolisian.

Baca Juga: Wali Kota Bogor Soal ASN Hilang di Cisadane dan Kabar Bersama Istri Muda di Sukabumi

"Waktu itu hari Selasa, pendampingan psikolog untuk yang tadinya untuk semua anak. Tapi ternyata yang Kalapanunggal belum bisa dilaksanakan karena pada hari itu juga dilaksanakan BAP-nya dari polisi," katanya.

Menurut Yeni, DP3A akan menjadwalkan ulang pendampingan psikolog bagi korban tersebut. Saat ini pihaknya masih menunggu jadwal dari psikolog karena tidak ada psikolog yang selalu berada di UPTD PPA.

"Belum fix, masih menunggu jadwal psikolog. Karena psikolognya juga sedang ada banyak kegiatan. Tidak ada yang standby di UPTD, jadi kita harus menjadwalkan juga," ujarnya.

Terkait kondisi psikologis korban yang telah mendapatkan pendampingan, Yeni mengatakan hasil asesmen dari psikolog belum keluar karena masih membutuhkan analisis lebih lanjut.

Baca Juga: Si Jago Merah Lahap Rumah Pasutri di Jampangtengah, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

"Kalau hasil secara keseluruhan belum dapat dari psikolognya. Kemarin baru pendampingan saja, karena harus dianalisa lebih jauh dari hasil itu," katanya.

Meski demikian, berdasarkan pengamatan sementara, terdapat perbedaan kondisi antara dua korban yang telah didampingi. Salah satu korban terlihat dalam kondisi seperti biasa, sementara korban lainnya menunjukkan tanda-tanda syok.

"Kalau kasat mata, yang satu seperti biasa saja, yang satu memang ada sedikit syok mungkin," ujar Yeni.

Mengenai keberlanjutan pendidikan para korban, Yeni menyebut para pelajar tersebut masih berstatus siswa dan kegiatan PKL mereka sudah mendekati selesai.

Menurutnya, setelah menyelesaikan PKL, para siswa akan kembali ke sekolah untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar dan menghadapi tahapan pendidikan berikutnya.

Baca Juga: Awas Link Cek Kesehatan Gratis Penipuan Beredar di Media Sosial Facebook

"Mereka sudah mau selesai PKL. Tinggal membuat laporan PKL kalau tidak salah. Nanti dikembalikan ke sekolah untuk mengikuti KBM selanjutnya dan mungkin ujian-ujian, karena memang sudah kelas tiga," jelasnya.

Selain pendampingan korban, DP3A juga mengingatkan instansi yang menerima siswa PKL agar memperhatikan perlindungan terhadap pelajar selama berada di lingkungan kerja.

Yeni mengatakan, siswa yang menjalani PKL datang ke instansi untuk belajar mengenal dunia kerja, sehingga pegawai perlu memberikan contoh dan lingkungan yang baik.

"Kita selalu mengingatkan kepada semua rekan-rekan, terutama yang di instansi. Anak-anak yang PKL itu memang memerlukan perlindungan, karena mereka ke kantor untuk belajar dunia kerja. Kita sebagai pegawai memberikan contoh yang baik," tuturnya.

Baca Juga: Pemkab Sukabumi Berhentikan Sementara Sekdishub, Tersangka Dugaan Pelecehan Siswi PKL

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, khususnya di lingkungan instansi pemerintah di Kabupaten Sukabumi. (adv)

 

Berita Terkait
Berita Terkini