14 Jembatan Pascabencana di Kabupaten Sukabumi Rampung, Disperkim: 23 Lainnya Rusak Berat

Sukabumiupdate.com
Senin 03 Agu 2026, 15:50 WIB
14 Jembatan Pascabencana di Kabupaten Sukabumi Rampung, Disperkim: 23 Lainnya Rusak Berat

Kadisperkim Sukabumi, Sendi Apriadi saat lewati sungai di Jembatan Gantung Leuwidingding yang akan menghubungkan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, dengan Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh. (Sumber : Disperkim)

SUKABUMIUPDATE.com – Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan kemajuan. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 14 jembatan yang sebelumnya rusak akibat bencana berhasil diperbaiki melalui kolaborasi pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga swadaya masyarakat.

Meski demikian, pekerjaan rumah pemerintah daerah masih cukup besar. Berdasarkan hasil inventarisasi, masih terdapat 23 jembatan yang mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan menyeluruh.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengatakan pemerintah terus mendorong percepatan rehabilitasi infrastruktur dengan mengandalkan kolaborasi berbagai pihak, mengingat keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

Menurut Sendi, dari total 41 jembatan yang terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi, sebanyak 23 jembatan mengalami kerusakan berat.

Baca Juga: Viral Mirip Lionel Messi, Penjual Cilok di Palabuhanratu Ini Banjir Sapaan "Bang Messi"

"Alhamdulillah, hingga saat ini sekitar 14 jembatan telah berhasil ditangani, baik melalui APBD, bantuan CSR, maupun swadaya masyarakat. Hari ini kami kembali mendapatkan dukungan CSR untuk pembangunan jembatan ini. Tentu hal tersebut patut diapresiasi," ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi keuangan daerah membuat pemerintah tidak bisa mengandalkan APBD sebagai satu-satunya sumber pembiayaan. Karena itu, keterlibatan sektor swasta, lembaga sosial, hingga masyarakat menjadi strategi untuk mempercepat pembangunan.

Menurutnya, pola kolaborasi tersebut terbukti mampu mempercepat proses rehabilitasi tanpa harus menunggu seluruh kebutuhan anggaran tersedia dari pemerintah daerah.

Selain terdampak bencana, sejumlah jembatan di Kabupaten Sukabumi juga mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia. Kondisi itu menjadi perhatian pemerintah untuk ditangani secara bertahap.

Baca Juga: Jeriken dan Ember Berjajar, 156 KK di Palabuhanratu-Bantargadung Berjuang Demi Air Bersih

"Kerusakan yang harus kami tangani cukup banyak. Selain akibat bencana, ada pula jembatan yang usianya sudah cukup lama sehingga konstruksinya mulai rapuh. Karena itu, kami terus melakukan penguatan dan rehabilitasi secara bertahap," jelasnya.

Jembatan Leuwidingding Diproyeksikan Jadi yang Terpanjang

Dalam kesempatan tersebut, Sendi mengungkapkan Jembatan Gantung Leuwidingding memiliki nilai strategis karena akan menghubungkan aktivitas masyarakat di dua kecamatan sekaligus memperlancar mobilitas warga.

Berdasarkan data Disperkim Kabupaten Sukabumi, jembatan tersebut direncanakan memiliki bentang sekitar 84 meter, sehingga berpotensi menjadi jembatan gantung terpanjang di Kabupaten Sukabumi.

"Kalau berdasarkan data kami, ini akan menjadi jembatan gantung paling panjang di Kabupaten Sukabumi. Sebagian besar jembatan lainnya memiliki bentang sekitar 30 sampai 40 meter," katanya.

Untuk mendukung percepatan pembangunan, Disperkim telah menyiapkan berbagai dokumen teknis, mulai dari Detail Engineering Design (DED), gambar teknis, dokumen perizinan, hingga fasilitasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Liburan ke Pantai Sukabumi Kini Lebih Tenang, Dispar Tertibkan Tarif Parkir di 13 Titik Wisata

"Dokumen teknis, DED, gambar, perizinan, serta fasilitasi kepada masyarakat sudah kami siapkan. Selanjutnya akan dilakukan penyesuaian oleh pihak pelaksana sesuai kondisi lapangan," ujarnya.

Berdasarkan perhitungan awal pada 2025, kebutuhan anggaran pembangunan Jembatan Gantung Leuwidingding diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,2 miliar. Nilai tersebut masih akan disesuaikan berdasarkan hasil kajian teknis dan desain akhir.

Sendi berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar percepatan rehabilitasi infrastruktur di Kabupaten Sukabumi dapat berjalan berkelanjutan.

"Kami mengajak masyarakat untuk menyambut baik bantuan ini, bergotong royong selama proses pembangunan, serta bersama-sama menjaga dan memelihara jembatan setelah selesai dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," pungkasnya. (adv)

 

Berita Terkait
Berita Terkini