SCG Bangun Fasilitas Pemilahan Sampah, Dorong Budaya Pelestarian Alam di Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Selasa 12 Mei 2026, 09:12 WIB
SCG Bangun Fasilitas Pemilahan Sampah, Dorong Budaya Pelestarian Alam di Sukabumi

SCG Mentari Waste Station. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - SCG melalui anak perusahaannya, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi selaku produsen Semen SCG, terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan membangun empat SCG Mentari Waste Station di Desa Kebonmanggu, Wangunreja, dan Sukamaju, menyediakan satu unit mobil pick-up operasional, serta mendistribusikan 5.000 karung untuk mendukung aktivitas pemilahan sampah masyarakat.

Selain itu, perusahaan juga membangun bak pengumpulan sampah organik di Desa Kebonmanggu dan Sirnaresmi. Pengadaan berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas kesehatan, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Peramas Wajananawat mengatakan, program SCG Mentari sejalan dengan prinsip “Inclusive Green Growth” yang diusung perusahaan.

“Sejalan dengan prinsip “Inclusive Green Growth”, Melalui SCG Mentari, kami ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus menciptakan sistem waste management berbasis komunitas yang berkelanjutan,” kata dia.

Baca Juga: Politisi Sukabumi Dessy Susilawati Dilantik Jadi Bendahara DPW PAN Jabar, Zulhas Bicara Good Leader

SCG Mentari Waste Station beserta fasilitas pendukungnya diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah terpadu di tengah masyarakat Kabupaten Sukabumi. Fasilitas tersebut dirancang untuk mengakomodasi seluruh tahapan pengelolaan sampah, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pendistribusian ke pabrik PT Semen Jawa untuk dijadikan bahan bakar alternatif.

Pengadaan mobil pick-up operasional juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengangkutan sampah sehingga operasional di lapangan menjadi lebih optimal. Sementara itu, distribusi 5.000 karung kepada masyarakat dilakukan untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Melalui fasilitas tersebut, SCG berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat agar berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan. SCG juga membangun bak sampah komunal di Desa Kebonmanggu dan Sirnaresmi sebagai titik pengumpulan sampah organik masyarakat yang selanjutnya akan dikelola oleh SCG Mentari Warrior guna memastikan proses pengelolaan berjalan secara berkelanjutan.

Selain berfungsi sebagai pusat pengelolaan sampah, SCG Mentari Waste Station juga dihadirkan sebagai sarana edukasi publik berbasis seni untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Dalam program ini, SCG berkolaborasi dengan seniman asal Sukabumi, Edwin Do, untuk menghadirkan artwork atau lukisan di area waste station.

Karya tersebut mengusung karakter visual ceria guna mengubah persepsi ruang pengumpulan sampah menjadi area yang inspiratif, bernilai estetika, sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Yusuf Maulana Tekankan Pentingnya Kehadiran Wakil Rakyat Lewat Program Citra Bakti

Lukisan itu juga merepresentasikan filosofi siklus hidup berkelanjutan yang dimulai dari langkah kecil setiap individu. Melalui karya seni tersebut, masyarakat diajak melihat sampah bukan sebagai akhir, melainkan awal dari sesuatu yang baru menuju gaya hidup zero waste.

Ketua SCG Warrior Mentari, Hadi Permana mengaku merasakan perubahan perilaku masyarakat sejak program SCG Mentari berjalan.

“Kami melihat langsung perubahan di masyarakat sejak SCG Mentari berjalan. Warga kini lebih aktif memilah dan mengelola sampah. Dukungan fasilitas dari SCG membuat kami semakin percaya diri untuk menjalankan pengelolaan sampah secara mandiri, dan kami bangga bisa menjadi bagian dari perubahan ini,” ujarnya.

Sejak berjalan pada 2024, program SCG Mentari telah berhasil mengelola lebih dari 11 ton sampah dengan rata-rata pengumpulan mencapai dua ton per bulan. Capaian tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah dari sumbernya.

Hingga kini, program SCG Mentari telah melibatkan lebih dari 1.000 warga dari lima desa di Kabupaten Sukabumi. Program tersebut juga aktif mempromosikan budaya pelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan pemilahan dan pengumpulan sampah.

Berbagai upaya pelestarian lingkungan melalui program SCG Mentari berlandaskan prinsip bisnis “Inclusive Green Growth” yang menegaskan komitmen SCG dalam mendorong terwujudnya Low Carbon Society melalui pertumbuhan berkelanjutan berbasis inovasi hijau bersama seluruh pemangku kepentingan, sejalan dengan target Net Zero 2050.

Melalui kolaborasi dengan masyarakat Kabupaten Sukabumi, SCG terus memperkuat budaya pelestarian lingkungan yang inklusif sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(adv)

Berita Terkait
Berita Terkini