SUKABUMIUPDATE.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 15 Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar workshop dan praktik lapangan pembuatan pakan ternak domba alternatif berbasis fermentasi di Desa Nagrakjaya, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di area peternakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nagrakjaya tersebut diikuti kelompok tani peternak, perangkat desa, serta menghadirkan pakar peternakan sebagai narasumber.
Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman dan inovasi kepada para peternak mengenai pembuatan pakan alternatif yang lebih efisien guna menekan biaya pakan harian sekaligus meningkatkan kualitas nutrisi ternak.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa pakan fermentasi memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kandungan nutrisi yang lebih baik, masa simpan yang lebih lama, serta mampu memanfaatkan limbah pertanian seperti jerami dan dedaunan kering sebagai bahan baku.
Baca Juga: UMMI Resmi Lepas Mahasiswa KKN 2026 untuk Pengabdian di Sukabumi dan Cianjur
Perwakilan Mahasiswa KKN Kelompok 15 UMMI mengatakan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik langsung kepada para peternak.
“Kami KKN UMMI Kelompok 15 tidak hanya memberikan materi di dalam ruangan, tetapi langsung mengajak para peternak memprakktikan proses pencampuran bahan, pemberikan probiotik, hingga tahapan penutupan (silase) agar pakan dapat terfermentasi secara sempurna,” ujarnya.
Pada sesi praktik lapangan, peserta diajak mengikuti seluruh tahapan pembuatan pakan fermentasi, meliputi:
1. Pencacahan Bahan
Bahan baku berupa hijauan maupun limbah pertanian dipotong menjadi ukuran lebih kecil agar mudah dipadatkan saat proses fermentasi.
2. Pencampuran Probiotik dan Molase
Larutan probiotik seperti EM4 dicampur dengan molase atau tetes tebu sebagai sumber energi awal bagi mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi.
3. Pencampuran Bahan Kering
Dedak halus ditambahkan untuk membantu menjaga kadar air agar tetap ideal selama proses fermentasi berlangsung.
4. Proses Fermentasi (Pemeraman)
Seluruh bahan kemudian dimasukkan ke dalam wadah kedap udara (anaerob) dan diperam selama lima hari hingga dua minggu sampai pakan siap digunakan.
Pihak BUMDes Nagrakjaya menyambut positif kegiatan yang digagas mahasiswa KKN UMMI tersebut. Menurut mereka, teknologi pakan fermentasi berpotensi menjadi solusi bagi peternak dalam mengurangi biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas ternak.
"Pakan fermentasi ini dapat membantu efisiensi biaya pakan hingga 30–40 persen sekaligus meningkatkan pertambahan bobot ternak domba," ujar perwakilan BUMDes Nagrakjaya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMMI berharap para peternak di Desa Nagrakjaya dapat menerapkan teknologi pakan fermentasi secara mandiri sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha peternakan.
Selain itu, Desa Nagrakjaya diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sentra peternakan domba yang mandiri dalam penyediaan pakan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi. (*)
Mahasiswa KKN Kelompok 15 UMMI berfoto bersama perangkat desa, pengurus BUMDes, dan kelompok peternak usai menggelar Workshop. | Foto: Dok. KKN UMMI















