Di Tengah Gempuran Kimia, Petani Cicurug Tingkatkan Hasil Panen Dengan Pupuk Organik

Sukabumiupdate.com
Senin 05 Jan 2026, 18:32 WIB
Di Tengah Gempuran Kimia, Petani Cicurug Tingkatkan Hasil Panen Dengan Pupuk Organik

Padi jenis Kebuli hasil panen petani milenial kelompok IWAN di Cicurug Sukabumi. Senin (5/1/2026). (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah bayang-bayang kerusakan ekosistem akibat penggunaan bahan kimia, secercah harapan muncul dari hamparan sawah di Kampung Cipari, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

‎Kelompok tani Indonesia Wahana Agrikultur Natural (IWAN) membuktikan bahwa pertanian ramah lingkungan bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga produktivitas. Mereka berhasil memanen padi jenis Kebuli yang ditanam sepenuhnya menggunakan pupuk organik dengan hasil yang melonjak hingga dua kali lipat.

‎Gery Dwi Samudra (24), petani milenial yang menjadi penggerak di lapangan, mengungkapkan bahwa dengan menggunakan pupuk organik membawa dampak instan pada ketahanan tanaman. Padi Kebuli yang dihasilkan kini lebih kuat dan tahan terhadap serangan hama.

‎"Kualitas dan kuantitasnya meningkat tajam. Yang paling terasa, tanaman tidak mudah terserang hama dibandingkan saat masih menggunakan cara konvensional," ujar Gery. Senin (5/1/2025).

‎Angka produktivitas lahan pun mencatat naik secara signifikan. Dari lahan seluas 1.000 meter persegi, hasil panen yang biasanya hanya berkisar 250–300 kilogram, kini mampu menembus 600–700 kilogram hanya dalam satu musim tanam.

Baca Juga: Potret Infrastruktur di Pedesaan Sukabumi: Orang Sakit Ditandu Hingga Protes Warga

‎Selain hasil yang melimpah, masa tunggu petani juga terpangkas. "Usia panen jadi lebih cepat. Biasanya butuh waktu 4 bulan, tapi dengan pupuk organik bisa dipangkas menjadi 3 bulan 10 hari. Bahkan di cuaca hujan terus-menerus seperti sekarang, kualitas tanaman tetap terjaga," tambah Gery.

‎Sementara itu, pembina kelompok IWAN, Iwan Heryawan (63), menekankan bahwa dengan menggunakan pupuk organik adalah upaya memulihkan kembali kesehatan tanah. Ia menyoroti kondisi tanah yang mulai rusak dan kehilangan unsur hara akibat penggunaan bahan kimia jangka panjang.

‎"Gunakanlah pupuk organik yang telah tersertifikasi agar kualitas tanah kita naik. Dari level pH 5–6, mari kita tingkatkan ke level 7–9. Ini bukan hanya soal hasil hari ini, tapi soal menyelamatkan masa depan tanah kita," tegas Iwan.

‎Menurutnya, kembalinya unsur hara membuat ekosistem sawah pulih secara alami. Indikatornya jelas seperti belut dan berbagai mikroorganisme tanah yang dulu sempat menghilang, kini mulai terlihat kembali.

‎Selain keunggulan di lahan, padi Kebuli organik ini dipastikan lebih aman dikonsumsi karena bebas residu bahan kimia sintetis. Iwan pun mengaku bangga melihat anak muda seperti Gery mau terjun ke sawah dan memelopori pola tanam sehat.

‎"Intinya hasil pangannya sehat. Ingat, kekuatan suatu negara itu ada pada ketahanan pangannya. Jika tanahnya sehat dan petaninya cerdas, maka pangan kita akan kuat," pungkas Iwan.

Berita Terkait
Berita Terkini