SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata mengeluarkan imbauan resmi kepada wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dan dampak karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) serta paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan wisatawan menjadi prioritas utama di tengah kondisi alam yang dinamis.
“Wisatawan tetap dapat menikmati keindahan alam Sukabumi, namun harus memperhatikan protokol keselamatan. Abu vulkanik dapat mengganggu jarak pandang, membuat jalan licin, serta menimbulkan risiko kesehatan bagi pengunjung. Kami mengimbau agar wisatawan menggunakan masker, kacamata pelindung, dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Ali Iskandar.
Baca Juga: Jembatan Leuwidinding Dibangun Kembali, Disperkim Sukabumi Dorong Pemulihan Akses Warga
Pariwisata Kabupaten Sukabumi
Kabupaten Sukabumi dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat dengan panorama pegunungan, pantai selatan, dan kawasan wisata alam seperti Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Potensi wisata ini menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, kondisi alam seperti erupsi Anak Krakatau yang membawa abu vulkanik ke wilayah Sukabumi menuntut adanya kesiapsiagaan ekstra.
Ali Iskandar menambahkan, “Kami ingin memastikan wisatawan tetap bisa menjelajahi Sukabumi dengan aman. Keindahan alam tetap bisa dinikmati, asalkan wisatawan disiplin dalam menjaga kesehatan dan keselamatan.”
Sebaran Abu Vulkanik
Berdasarkan pantauan terkini, abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terbawa angin hingga mencapai beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi. Sejumlah destinasi wisata alam mengalami penurunan jarak pandang, terutama di area terbuka. Petugas gabungan dari Dinas Pariwisata dan BPBD terus melakukan monitoring lapangan untuk memastikan keamanan pengunjung.
Baca Juga: Ada Kolam Renang di Tengah Sawah, Ini Pesona Lebak Alam Sari Subang
Dampak Kesehatan
Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan. Wisatawan yang memiliki riwayat asma, bronkitis, atau gangguan paru-paru diminta lebih waspada.
Gejala umum yang dapat muncul antara lain: Sesak napas; Batuk dan iritasi tenggorokan; Iritasi mata; Penurunan daya tahan tubuh.
Ali Iskandar menekankan agar wisatawan segera mencari fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala tersebut. “Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan layanan medis siap membantu wisatawan yang terdampak,” jelasnya.
Baca Juga: Dua Mahasiswa Palestina Diwisuda di Nusa Putra University, Bawa Pesan Pendidikan dan Persahabatan
Dengan imbauan ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap wisatawan tetap dapat menikmati keindahan alam Nusantara dengan aman. Pesan utama yang disampaikan adalah Tetap Tenang, Tetap Waspada, dan Utamakan Keselamatan. (adv)




















