Terdampak Abu Vulkanik GAK, Sikap SMA - SMK di Sukabumi Beda-beda: Daring dan Tetap ke Sekolah

Sukabumiupdate.com
Minggu 06 Sep 2026, 21:29 WIB
Terdampak Abu Vulkanik GAK, Sikap SMA - SMK di Sukabumi Beda-beda: Daring dan Tetap ke Sekolah

Ilustrasi AI. Pelajar pakai masker terdampak abu vulkanik GAK (Sumber: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau atau GAK disikapi berbeda-beda oleh sekolah menengah atas di Sukabumi Jawa Barat. Ada SMA - SMK yang belajar daring, banyak pula sekolah yang tetap meminta pelajar datang ke sekolah dengan protokol kesehatan ketat.

SMA Negeri 1 Cibadak, sekolah yang berada di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, itu memutuskan menggelar pembelajaran secara daring bagi seluruh siswa kelas X, XI dan XII pada Senin (7/9/2026). Keputusan tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memberikan kewenangan kepada kepala sekolah di wilayah dengan intensitas sebaran abu vulkanik tinggi, termasuk Sukabumi, untuk mengalihkan pembelajaran ke sistem daring mulai Senin 7 September 2026.

“Sehubungan dengan semakin meningkatnya sebaran abu vulkanik yang disebabkan erupsi Gunung Anak Krakatau, kami sampaikan untuk wilayah-wilayah yang intensitas debunya tinggi, seperti Bogor dan Sukabumi, serta daerah lain yang memang ada intensitas sebaran abu vulkaniknya tinggi, para kepala sekolah terhitung mulai hari Senin tanggal 7 September 2026 bisa mengambil keputusan untuk membuat sistem pembelajaran secara daring di rumahnya masing-masing,” kata Dedi, Minggu (6/9/2026).

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Persib Bandung Menang 3-1 atas PSM Makassar di Super League 2026/2027

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala SMAN 1 Cibadak Isda Sugara menyampaikan pemberitahuan kepada orang tua dan wali siswa bahwa kegiatan pembelajaran pada Senin dilaksanakan secara daring dari rumah masing-masing. Isda mengatakan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi debu akibat dampak erupsi Anak Krakatau serta upaya menjaga kesehatan dan keselamatan warga sekolah.

“Ini merupakan komitmen kami untuk menjaga kesehatan dan keselamatan murid, sesuai dengan edaran Pak Gubernur dan situasi terkini,” ujar Isda.

Dalam pemberitahuannya, Isda juga meminta orang tua atau wali siswa mendampingi serta memastikan putra-putrinya tetap mengikuti pembelajaran dengan baik selama kegiatan belajar dilakukan secara daring. Pembelajaran daring tersebut berlaku untuk seluruh siswa kelas X, XI dan XII SMAN 1 Cibadak pada Senin (7/9/2026), dengan waktu pelaksanaan mengikuti jadwal yang telah ditentukan masing-masing guru mata pelajaran.

Baca Juga: Baju Terlilit Rantai Motor, Ibu Rumah Tangga Terjun ke Sungai di Jembatan Cikarang Sukabumi

Langkah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi sebaran abu vulkanik yang berdampak ke sejumlah wilayah Jawa Barat, dengan aspek kesehatan dan keselamatan siswa menjadi pertimbangan utama.

Pelajar Lain Tetap ke Sekolah

Berbeda dengan SMAN 1 Cibadak, SMAN 1 Parakansalak Kabupaten Sukabumi tetap luring dan meminta pelajar datang ke sekolah. Bukan berarti mengabaikan resiko kesehatan pelajar dan pendidik, keputusan ini diambil dengan penerapan protokol kesehatan ketat, seperti wajib masker dan membawa air minum dalam jumlah cukup.

Dari penelusuran sukabumiupdate, sekolah yang tetap belajar di kelas juga berlaku di SMAN 1 Ciracap Kabupaten Sukabumi. Hal yang sama juga berlaku di SMAN 2 Kota Sukabumi.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini