Antisipasi Abu Vulkanik GAK, Puskesmas Waluran Sukabumi dan Forkopimcam Bagikan Masker

Sukabumiupdate.com
Senin 07 Sep 2026, 10:20 WIB
Antisipasi Abu Vulkanik GAK, Puskesmas Waluran Sukabumi dan Forkopimcam Bagikan Masker

Kepala Puskesmas Waluran hingga Sekmat Waluran turun langsung membagikan masker. (Sumber Foto: Dok. Puskesmas Waluran)

SUKABUMIUPDATE.comPuskesmas Waluran bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Waluran, Kabupaten Sukabumi, menggelar aksi tanggap pembagian masker gratis di ruas jalan provinsi Waluran–Tamanjaya, Senin (7/9/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif mengantisipasi ancaman sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).

Ratusan masker disasar langsung kepada para pengguna jalan, warga lokal, hingga anak-anak sekolah yang beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Puskesmas Waluran, Sitty Rochmah, menegaskan bahwa aksi pembagian masker ini merupakan bentuk kesiapsiagaan sekaligus upaya melindungi masyarakat dari paparan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan.

“Puskesmas Waluran bersama Forkopimcam Waluran mengantisipasi adanya penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan membagikan masker kepada pengguna jalan,” ujar Sitty Rochmah kepada sukabumiupdate.com, Senin (7/9/2026).

Baca Juga: PVMBG: Erupsi 25 Jam Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Tetap Siaga

Aksi siaga kebencanaan ini menggalang keterlibatan aktif dari berbagai unsur instansi dan elemen masyarakat.

Sejumlah jajaran yang turun langsung ke lapangan antara lain personil Puskesmas Waluran, Kapolsek Waluran, Danposramil Waluran, tim Dalduk, Pendamping PKH/TKSK, relawan Tagana, P2BK, Satpol PP, hingga pengurus PGRI Waluran.

Sitty menambahkan, kolaborasi lintas sektor sangat krusial dalam mempercepat perlindungan kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak sekolah.

“Masker dibagikan kepada pengguna jalan, warga setempat, dan anak sekolah. Jumlahnya lebih dari 100 masker,” katanya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk terus mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika kondisi udara mulai tertutup abu vulkanik," pungkasnya. (adv)

Berita Terkait
Berita Terkini