SUKABUMIUPDATE.com - Bidang promosi kesehatan atau promkes pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi mengeluarkan himbauan resmi kepada masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga dari paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Abu vulkanik diketahui mengandung partikel halus yang berbahaya bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Dalam imbauan tersebut, masyarakat diminta untuk menggunakan masker, kacamata pelindung, serta menjaga kebersihan diri setelah beraktivitas di luar rumah. Selain itu, warga diingatkan untuk tetap berada di dalam rumah, membersihkan abu dari atap dan saluran air secara berkala, serta menghindari aktivitas yang dapat memperburuk kondisi udara, seperti membakar sampah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik. “Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Lebih serius lagi, partikel halus yang terhirup bisa masuk ke saluran pernapasan bawah dan menimbulkan gangguan pada kesehatan paru-paru. Oleh karena itu, penggunaan masker dan langkah pencegahan lainnya sangat penting untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Baju Terlilit Rantai Motor, Ibu Rumah Tangga Terjun ke Sungai di Jembatan Cikarang Sukabumi
Ancaman Abu Vulkanik terhadap Kesehatan Paru
Abu vulkanik mengandung silika dan partikel mikroskopis yang dapat menembus sistem pernapasan. Jika terhirup dalam jumlah besar atau berulang kali, abu ini dapat memicu: Bronkitis akut: peradangan saluran pernapasan yang ditandai dengan batuk dan sesak napas. Asma kambuh: abu dapat memperburuk kondisi penderita asma. Pneumokoniosis: penyakit paru akibat paparan partikel mineral dalam jangka panjang. Iritasi kronis: batuk berkepanjangan dan penurunan fungsi paru.
Masykur Alawi menambahkan, “Kami mengimbau masyarakat untuk memperbanyak minum air putih, menjaga daya tahan tubuh, dan selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Hindari informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.”
Pesan Kesehatan
Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menekankan bahwa disiplin dalam menjalankan langkah pencegahan akan membantu mengurangi risiko kesehatan akibat abu vulkanik. Dengan kepatuhan masyarakat, dampak erupsi dapat diminimalisir sehingga keselamatan dan kesehatan tetap terjaga.
Baca Juga: Janji Pengembalian Uang Tak Terwujud: Mediasi Gagal, Nasabah Investasi di Cibadak Lapor Polisi
Sebaran Abu Erupsi GAK Meluas
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) terpantau meluas hingga sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Sukabumi dan Palabuhanratu. Berdasarkan pengamatan Satelit Himawari 9A pada 6 September 2026 pukul 07.00 WIB, sebaran abu vulkanik GAK pada ketinggian sekitar 20.000 kaki atau 6 kilometer bergerak ke arah timur laut hingga selatan.
Sejumlah wilayah yang masuk dalam cakupan sebaran tersebut di antaranya Provinsi Banten, DKI Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, Cianjur, Sukabumi, Palabuhanratu, Purwakarta, Karawang, Padalarang, Bandung Barat hingga Pamanukan. UnduhPanduan Wisata
Sementara itu, pada ketinggian sekitar 50.000 kaki atau 15 kilometer, sebaran abu vulkanik bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dan mencakup sebagian besar wilayah Provinsi Lampung.













