SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengimbau seluruh satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya aktivitas gunung berapi yang berdampak pada munculnya abu vulkanik di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, meminta seluruh sekolah memprioritaskan kesehatan dan keselamatan murid, pendidik, serta tenaga kependidikan dengan menerapkan langkah-langkah mitigasi abu vulkanik.
Imbauan tersebut ditujukan kepada pengawas sekolah, penilik, kepala PAUD, TK, SD, SMP negeri maupun swasta, serta kepala PKBM dan SPNF SKB Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: Persib Bandung Menang 3-1 atas PSM Makassar, Balsa Sekulic Cetak Gol Debut
Dalam panduan mitigasi yang disampaikan, seluruh murid dianjurkan menggunakan masker saat perjalanan menuju dan pulang dari sekolah, serta ketika berada di luar ruang kelas.
“Penggunaan masker dapat dilepas saat berada di dalam ruang kelas, dengan tetap menjaga sirkulasi udara yang baik dan memelihara kebersihan lingkungan kelas,” kata Deden Sumpena kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (6/9/2026).
Murid juga diwajibkan kembali menggunakan masker ketika keluar dari ruang kelas, termasuk saat menuju lapangan, toilet, kantin, maupun area terbuka lainnya.
Baca Juga: Jembatan Leuwidingding Dibangun: Kolaborasi Pemkab Sukabumi, TNI AL dan Swasta
Selain penggunaan masker, pihak sekolah diminta membatasi atau menunda kegiatan ekstrakurikuler berbasis aktivitas fisik di luar ruangan, seperti sepak bola, bola basket, bola voli, futsal, bela diri, dan kegiatan sejenis hingga kondisi kualitas udara membaik.
Kepala sekolah juga diimbau meminta orang tua atau wali murid membawakan masker cadangan bagi anak-anak mereka. Selain itu, para siswa dibiasakan mencuci tangan menggunakan sabun setelah melakukan aktivitas.
“Guru dan tenaga kependidikan wajib memberikan teladan terbaik dalam pelaksanaan imbauan dan panduan mitigasi abu vulkanik,” tegas Deden.
Baca Juga: Baju Terlilit Rantai Motor, Ibu Rumah Tangga Terjun ke Sungai di Jembatan Cikarang Sukabumi
Pengawas pembina sekolah turut diminta melakukan pembinaan, monitoring, dan evaluasi secara berkala ke sekolah binaan masing-masing. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh arahan mitigasi dilaksanakan secara tertib.
KBM Bisa Dialihkan ke Daring
Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi juga membuka kemungkinan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring atau melalui kegiatan belajar dari rumah (BDR) apabila kondisi abu vulkanik semakin meningkat dan dinilai dapat membahayakan kesehatan serta keselamatan warga satuan pendidikan.
“KBM dapat dilaksanakan secara daring atau menyesuaikan melalui kegiatan belajar dari rumah (BDR), dengan tetap memperhatikan arahan Pemerintah Daerah dan/atau instansi berwenang serta kondisi masing-masing wilayah,” ucap Deden.
Deden menegaskan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak berwenang. Informasi maupun penyesuaian kebijakan selanjutnya, kata dia, akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Ia berharap seluruh satuan pendidikan dapat menjadikan imbauan tersebut sebagai perhatian serius sehingga langkah mitigasi abu vulkanik dapat diterapkan dengan baik demi menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah. (adv)















