Eksotisme Pantai Tenda Biru Sukabumi: Jejak Sejarah, Habitat Biawak hingga Perburuan Harta Karun

Eksotisme Pantai Tenda Biru Sukabumi: Jejak Sejarah, Habitat Biawak hingga Perburuan Harta Karun

Pantai Tenda Biru Ujunggenteng Sukabumi (Sumber: Gmaps/andri wonkso)

SUKABUMIUPDATE.com — Kawasan Pantai Tenda Biru di Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, menyimpan jejak sejarah, kekayaan alam hingga cerita unik terkait asal-usul penamaannya yang masih diingat oleh masyarakat setempat dan masih terjaga hingga kini.

Seorang nelayan setempat, Riki Suherdi, mengungkapkan bahwa kawasan tersebut dulunya dikenal dengan nama Kokoncong atau Jojongor Ujunggenteng. Penamaan itu sudah ada jauh sebelum kawasan tersebut dikenal luas seperti sekarang.

Menurut Riki, asal-usul nama kawasan itu tidak lepas dari aktivitas perburuan harta karun yang pernah dilakukan warga di masa lalu. Keberadaan tenda-tenda yang didirikan para pemburu menjadi ciri khas yang kemudian melekat.

“Berawal dari adanya perburuan harta karun. Warga yang berburu mendirikan tenda dengan atap warna biru,” ungkapnya.

Baca Juga: Gas Elpiji 3 Kg Langka di Sukabumi Selatan, Warga Resah-Harga Tembus Rp30 Ribu

Seiring waktu, kawasan tersebut kemudian dikenal sebagai Pantai Tenda Biru, merujuk pada ciri khas tenda beratap biru yang sempat memenuhi area tersebut.

Saat ini, Pantai Tenda Biru telah ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung dengan luas sekitar 36 hektare dan berada di bawah pengelolaan TNI Angkatan Udara (TNI AU). Status tersebut menjadikan kawasan ini memiliki fungsi penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain nilai sejarahnya, kawasan ini juga dikenal sebagai habitat biawak, satwa yang oleh warga disebut sebagai hewan endemik setempat. Tak hanya itu, di kawasan hutan lindung tersebut juga terdapat peninggalan berupa bunker yang diduga berasal dari masa penjajahan Jepang.

Keberadaan sejarah, keanekaragaman hayati, serta jejak peninggalan masa lalu menjadikan Pantai Tenda Biru sebagai kawasan yang memiliki nilai penting, baik dari sisi budaya maupun konservasi.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB