Korban Jiwa Akibat Keracunan Bertambah, DPRD Sukabumi Soroti Soal Penanganan Pasien

Korban Jiwa Akibat Keracunan Bertambah, DPRD Sukabumi Soroti Soal Penanganan Pasien

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Paoji Nurjaman meninjau korban keracunan massal di Puskesmas Sagaranten dan RSUD Sagaranten pada Selasa (11/6/2024). | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Paoji Nurjaman berharap Dinas Kesehatan, segera turun ketempat para korban keracunan massal yang kini masih dirawat di puskesmas maupun rumah sakit.

Hal itu disampaikan Paoji merespon adanya korban jiwa yang bertambah jadi dua orang akibat kejadian luar biasa ini.

"Sudah ada dua orang yang meninggal dunia, pertama Nasyifa Rahayu (9 tahun), warga Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, dan satu lagi atas nama Nandang (54 tahun) warga Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten. Dengan kejadian ini diharapkan Dinkes Sukabumi turun langsung ke tempat di mana korban dirawat," kata Paoji kepada sukabumiupdate.com, Selasa (11/6/2024).

Baca Juga: Korban Jiwa Akibat Keracunan Massal di Sukabumi Bertambah, Jadi 2 Orang

Menurut Paoji, kehadiran Dinkes diperlukan agar tahu betul keperluan dalam penanganan pasien, baik terkait kebutuhan obat atau kondisi pasien yang perlu penanganan lebih lanjut atau dirujuk ke rumah sakit.

"Sekiranya kondisi mengalami penurunan, bisa langsung untuk dirujuk, jangan menunggu korban meninggal dunia. Ini harus jadi catatan Dinkes Kabupaten Sukabumi, karena masih banyak warga yang dirawat, baik di RSUD Sagaranten, Puskesmas Sagaranten, juga di Puskesmas Curugkembar. Lalu ada yang dirujuk ke RS Syamsudin dan RS Jampangkulon," tegasnya. (ADV)

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB