Merasa Diteror Usai Pasang Baliho Faham, Kader PKS Kota Sukabumi Lapor Polisi

Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Merasa Diteror Usai Pasang Baliho Faham, Kader PKS Kota Sukabumi Lapor Polisi

SUKABUMIUPDATE.com - Dewan Pengurus Ranting (DPR) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kelurahan Gunungpuyuh Amal Jamaludin membuat laporan ke Polres Sukabumi Kota, Minggu (11/2/2018). Ia merasa ada upaya teror dan intimidasi orang tidak dikenal.

Upaya teror dan intimidasi tersebut berlangsung selama tiga kali mulai pada Rabu 3 Januari 2018. Ia kedatangan orang tidak dikenal yang mengetuk pintu rumahnya dengan kencang, serta memijit bel dan mematikan aliran listrik rumah.

BACA JUGA: Panwaslu Kota Sukabumi Bakal Cabut Baliho yang Dicorat-coret

"Saat saya cek keluar ternyata tidak ada orangnya," ujar Amal kepada sukabumiupdate.com usai membuat laporan di Mako Polres Sukabumi Kota didampingi tim advokasi Tim Pemenangan Faham, Minggu (11/2/2018).

Kedua, lanjut Amal, hal serupa terjadi pada Rabu 17 Januari 2018 sekitar pukul 19.30 WIB setelah Ia memasang baliho pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Walikota Achmad Fahmi-Andri Hamami (Faham) di perbatasan Kampung Kompeng dan Kopeng Tengah.

BACA JUGA: Baliho Bacalon di Pilkada Kota Sukabumi Dicoret-coret, Divisi Advokasi Mulia Tak Tinggal Diam

"Anehnya hal tersebut sesudah memasang baliho Faham di beberapa jalan di Kopeng," katanya.

Peristiwa ketiga terjadi pada Sabtu 10 Februari 2018 dengan jam yang sama. Tak hanya menggedor pintu rumah, orang tidak dikenal juga mencopot baliho Faham.

Keesokan harinya, Amal mendapati baliho Faham yang Ia pasang sudah berserakan. Ia menduga ada orang yang sengaja mencopot baliho yang diikat cukup kuat di pagar besi.

BACA JUGA: Baliho Dicorat-coret, Panwaslu Kota Sukabumi : Jangan Terprovokasi

"Balihonya berserakan ditengah jalan. Kalau saya lihat dengan jelas seperti ada yang memotong dan menarik baliho dengan paksa," jelasnya.

Usai mendapati tiga kali peristiwa itu, Amal tidak langsung melapor ke Polisi. Ia melaporkannya terlebih dahulu ke Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Kota Sukabumi, dan Tim Faham.

"Kami tidak mencurigai siapapun, karena tidak melihat secara langsung orang tersebut. Ini menyangkut keselamatan keluarga juga," pungkasnya.

Editor :
Berita Terkini