SUKABUMIUPDATE.COM - Hujan selama dua hari dua malam yang mengguyur wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi menyebabkan longsor di sejumlah ruas jalan. Akses menuju lokasi inti kawasan wisata Geopark Ciletuh pun sempat tertutup material longsor yang menimbun badan jalan di sejumlah lokasi.
Data sementara Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi menyebutkan, longsor yang terjadi dalam rentang waktu Minggu hingga Senin (4-5/12) terjadi di 33 titik di sejumlah lokasi yang berbeda. Tak hanya menghambat akses jalan kendaraan yang ingin keluar masuk kawasan ini Geopark Ciletuh, longsor juga merusak jaringan listrik dan komunikasi.
Selain di Kecamatan Ciemas, longsor juga terpantau di sejumlah kecamatan di jalur Selatan, mulai dari Ciemas, Simpenan, hingga Palabuhanratu. Tebing tebing di sepanjang jalan ini longsor dan menutup badan jalan, merobohkan tiang listrik dan fasilitas umum lainnya.
Minimnya alat berat yang tidak sebanding dengan jumlah titik longsor membuat proses evakuasi material dari badan jalan, di sejumlah lokasi berlansung lama. Warga sekitar lokasi hanya menggunakan cangkul dan alat seadanya untuk membersihkan jalanan dari tanah, batu, batang pohon yang roboh tergerus longsor.
“Tak hanya itu, ada jembatan di wilayah Selatan yung juga ambruk diterjang banjir bandang, banyak pemukiman dan fasilitas ekonomi yang terandam†ungkap Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Ciemas AKP Ahmad Nurwan kepada sukabumiupdate.com, Rabu (7/12).
Bencana ini memang tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materi yang ditimbulkan cukup besar. Kondisi tebing di sepanjang jalan yang labil akibat terus menerus diguyur hujan sempat meneror pengguna jalan.
“Saya terhenti di sekitar Cigaru dari arah Loji Simpenan, ada sejumlah titik longsor. Saat kami terjebak, longsoran masih terus terjadi. Kami memutuskan untuk balik kanan ke Palabuhanratu,†ungkap Iman Firman (37) yang berencana hendak menuju kawasan Geopark Ciletuh.