SUKABUMIUPDATE.COM – Masyarakat Kabupaten Sukabumi diimbau untuk meninggkatkan kewaspadaan terhadap serangan nyamuk Aedes Aeygipti penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD). Tahun ini, merupakan siklus lima tahunan nyamuk.
Kepala Seksi Pengadilan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Rika Mutiara membenarkan tingginya kasus DBD di wilayahnya. Dalam ilmu epidemiologi, kata Rika, tahun ini nyamuk lagi booming, sehingga kasus DBD pun meninggkat.
Rika membeberkan, akibat terjangkit DBD sejak Januari hingga Oktober, ada tujuh warga yang meninggal. Rinciannya, satu warga asal Kecamatan Sukaraja, dua orang warga Nagrak, satu warga Kecamatan Sukabumi, dua orang warga Cicurug, dan seorang lagi warga asal Kecamatan Cibadak.
“Tahun ini korban yang meninggal akibat DBD meningkat disbanding tahun 2015 lalu, Tahun lalu yang meninggal hanya dua orang,†terang Rika kepada sukabumiupdate.com, Minggu (4/12).
Wakil Supervisor Dinkes Kabupaten Sukabumi, Joppy J.R menambahkan, pemberantasan penyebab penyakit DBD akan lebih efektif dengan peran serta masyarakat. Menurutnya, untuk fogging, hanya membasmi nyamuk dewasa, bukan jentiknya.
“Masyarakat harus rajin melakukan pengurasan tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas, dan menutup tempat penampungan air,†ingatnya.
