SUKABUMIUPDATE.COM - Banner berisikan promosi menonton pentas lumba-lumba pada 25 Desember 2016 sampai 8 Januari 2017, menuai kecaman dari sejumlah kalangan masyarakat. Pasalnya, banner promosi pentas lumba-lumba yang bakal dihelat di Lapang Merdeka, Kota Sukabumi itu dipasang menggunakan paku yang ditancapkan ke pepohonan.
Pantauan sukabumiupdate.com di lapangan, Sabtu (3/12), banner promosi itu banyak terlihat terpampang di sepanjang Jalan Karangtengah, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, dan Jalan Palabuhan, tepatnya di Jalan Gunungkarang, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak. Hampir semua banner tersebut menempel di pohon menggunakan paku.
"Ini jelas sudah merusak lingkungan. Seharusnya, pihak panitia pentas lumba-lumba tidak menggunakan pepohonan untuk promosi. Kami kecewa dengan sikap seenaknya ini," cetus aktivis lingkungan, Bambang Rudianto kepada sukabumiupdate.com.
Selain merusak pepohonan, lanjut Bambang, pemasangan banner ini juga telah merusak estetika tata perkotaan. Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Satuan Polisi Pamong Praja menertibkan banner yang dinilai illegal itu.
"Ini harus segera ditertibkan. Kalau dibiarkan bisa rusak tata perkotaan dan lingkungan," tandasnya.
