SUKABUMIUPDATE.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi mengapresiasi “gebrakan†jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cicurug melakukan razia kos-kosan dan kontrakan. Langkah tersebut dianggap jitu mendeteksi kelengkapan administrasi warga, terutama pendatang dan mengetahui percis kondisi di lapangan.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Asep Suherman apresiasi upaya Muspika, mulai Kepolisian Sektor (Polsek), Komando Rayon Militer (Koramil), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kecamatan Cicurug. Di mana dalam razia tersebut terungkap, masih banyaknya warga pendatang tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) atau surat keterangan domisili setempat, dan pemilik kos-kosan dan kontrakan tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).
“Dalam pertemuan dengan seluruh camat, kami sampaikan apresiasi kepada Muspika Cicurug. Sehingga semua warga terdata, razia itu juga dapat menggali potensi pendapatan dari IMB pemilik kontrakan atau kos-kosan,†kata Asep saat dihubungi sukabumiupdate.com melalui telepon selulernya, Jumat (2/12).
Terpenting, lanjut Asep, dalam razia tersebut mengungkap adanya penyakit sosial yakni wanita suka wanita alias lesbian. Dengan begitu, dapat dideteksi sejak dini adanya penyakit sosial tersebut sehingga penanganannya akan lebih cepat.
“Makanya kami imbau kepada para camat, selama tidak bertentangan dengan aturan giatkan razia, terutama di kecamatan yang notabene sebagai wilayah pabrik atau industri,†ujarnya.
Seperti diberitakan, jajaran Muspika Cicurug sudah dua kali melakukan razia kos-kosan. Pertama di wilayah Desa Benda pada Jumat (18/11) lalu, dan terakhir pada Senin (28/11) malam. Hasilnya, sebagian besar warga pendatang yang merupakan karyawan pabrik tidak memiliki KTP atau surat keterangan domisili setempat. Parahnya lagi, di dua desa tersebut ditemukan pasangan sejenis, lesbian.
Camat Cicurug, Agung Gunawan menjelaskan baik di Benda maupun di Kutajaya memang ditemukan indikasi pasangan sejenis. Oleh karena itu, untuk menekan penyebaran penyakit sosial ini pihaknya melibatkan MUI agar mereka kembali normal.