Sebuah Catatan: Hari Guru Nasional dan Sengkarut Pendidikan di Kabupaten Sukabumi

Jumat 25 Nov 2016, 12:38 WIB
Sebuah Catatan: Hari Guru Nasional dan Sengkarut Pendidikan di Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.COM - Angka putus sekolah, tawuran pelajar, pungutan liar (Pungli), infrastruktur sekolah rusak, kekurangan guru, kurangnya sinergitas antara pendidik dan orang tua murid, adalah sebagian dari banyak persoalan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi.

Tingginya angka pengangguran di Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, adalah akibat banyaknya anak putus sekolah di desa ini. "Banyak warga menganggur karena sulit mendapatkan pekerjaan akibat putus sekolah, disebabkan ketidakmampuan orang tua membiayai pendidikan anaknya ke jenjang lebih tinggi," kata sang Kepala Desa Damu Sutenri.

Ketidakmampuan orang tua dalam menyekolahkan anak, adalah masalah berbeda dengan praktek pungutan liar (Pungli) yang menjadi sengkarut tersendiri, Suhaelah (45), Warga Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menyoroti praktek Pungli di sekolah, dalam ragam jenisnya. Menurutnya, kedua anaknya sekolah di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Cibadak. "Anak saya yang satu kan sudah kelas tiga, sudah mau lulus, kenapa harus diwajibkan membeli baju tradisional?"

Menurutnya, hal itu belum termasuk tetek bengek yang harus dibayar wali murid. Dari mulai yang sifatnya sekali selama belajar, seperti uang bangunan, hingga yang bulanan dengan ragam istilah digunakan. "Intinya, wali murid mau tidak mau ya harus membayarnya. Bahkan ketika saya mencoba negosiasi, dengan mudahnya mereka (pihak sekolah-red) menjawab, silakan diusahakan dulu. Ini aneh, SMP itu harusnya gratis. Ini minta ditangguhakan saja tidak bisa."

Bahkan menurutnya, pernah ia sebagai wali murid diminta sumbangan sukarela, tetapi diwajibkan membuat pernyataan tertulis yang ditandatangani di atas materai.

Selain itu, tawuran pelajar masih menjadi masalah klasik dunia pendidikan Kabupaten Sukabumi. Belum lama, tawuran antar pelajar terjadi di Jalan Raya Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Rabu (9/11). Di mana rombongan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di Cibadak terlibat tawuran dengan pelajar SMK swasta di Cisaat. Akibatnya, salah seorang pelajar terkena ayunan golok dan harus mendapat perawatan medis.

Sampai kini, guru dan orang tua masih kesulitan mencari formula tepat untuk menghentikan aksi ini. Meskipun, tren tawuran menurun, namun bukan tidak mungkin kembali marak, jika guru kewalahan melakukan fungsi controlling.

Tak cukup di situ, gedung sekolah banyak yang ambruk dan perlu perbaikan, salah satunya SD Negeri Ciparigi, yang lokasinya tidak jauh dari Geopark Ciletuh, Desa Taman Jaya, Kecamatan Ciemas. Di sekolah ini, siswa belajar di lantai, akibat ketiadaan meja dan kursi, ruang kelas rusak parah, atap jebol, dan dinding retak di sana-sini. Diperparah lagi dengan kurangnya tenaga pendidik, di mana 130 siswa harus berbagi guru karena kekurangan tenaga pengajar. Masalah ini memang seperti tidak akan pernah tuntas. Bukan saja karena terbatasnya anggaran, namun juga menyangkut persoalan mentalitas para pengambil kebijakan.

Selain itu, masalah sinergitas antara guru dan orang tua murid juga menjadi persoalan baru di dunia pendidikan. Intervensi orang tua terhadap sekolah kerap menimbulkan masalah tersendiri. Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, warga Kampung Kebonpala RT 01/27, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, MRA (12), menjadi korban pemukulan orang tua rekannya sendiri, akibat persoalan sepele, yang sebenarnya bisa diselesaikan oleh para pendidik di sekolah tersebut, tanpa campur tangan orang tua murid.

Terakhir, teguran guru terhadap siswa yang melanggar aturan sekolah, tak jarang ditanggapi dengan berlebihan, terutama oleh orangtua yang kondisi sosial ekonominya terpandang.

Tentu masih banyak persoalan-persoalan yang terjadi di lingkungan pendidikan, yang notabene merupakan tempatnya para guru membagi ilmu dan pengetahuan kepada anak didik yang harus menjadi catatan.

Selamat Hari Guru Nasional 2016.

Editor :
Berita Terkini