Nelayan Temukan Korban Terakhir Laka Laut di Perairan Ujunggenteng Sukabumi
Update Laka Laut Ujunggenteng Sukabumi: Jasad Acep (26) asal Kalibunder ditemukan nelayan pada Selasa pagi. Operasi SAR resmi ditutup setelah seluruh korban ditemukan.
Update Laka Laut Ujunggenteng Sukabumi: Jasad Acep (26) asal Kalibunder ditemukan nelayan pada Selasa pagi. Operasi SAR resmi ditutup setelah seluruh korban ditemukan.
Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep Jeka, menjelaskan perahu baru melaju sekitar 100 meter dari bibir pantai ketika tiba-tiba diterjang ombak besar.
Seekor penyu hijau terjerat jaring di perairan Ujunggenteng Sukabumi berhasil diselamatkan nelayan dan dilepas kembali ke laut dalam kondisi sehat.
Kabar penemuan jenazah Sumitra diterima pada 1 Agustus 2025 sore.
Tradisi larung dimulai dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama.
Teka - teki kapal yang bersandar di perairan Ujunggenteng, kini sudah diketahui. Kapal pesiar itu berbendera Malaysia
Keberadaan kapal berukuran besar ini menjadi pertanyaan.
Ginanjar membeberkan potensi konflik lahan ini tersebar di empat wilayah.
Tujuh hari tak ditemukan, Tim SAR gabungan setop pencarian nelayan yang hilang di perairan Ujunggenteng Sukabumi.
Korban merupakan anak buah kapal (ABK) KM PTR 01 milik H. Supardi (H. Kancil), yang berangkat dari Ujunggenteng pada 22 April 2025 menuju perairan Cibuni, Sukabumi
Rina awalnya mengumpulkan kerang dan keong mata lembu di pinggir laut.
Wiharjo langsung melapor kepada pengurus KM PTR 01.
Seorang Nelayan di kapal KM PTR 01 Hilang Diduga Terpeleset, Kecelakaan Laut di Perairan Ujunggenteng Sukabumi.
Pencarian saat ini dilakukan oleh tim gabungan.
Armada perahu yang mengalami kerusakan usai dihantam gelombang tinggi menjadi kendala pencarian Kapal Motor (KM) Sinar Agung 7 di perairan Ujunggenteng.
Kapal itu dinakhodai oleh Deden Riyadi (29 tahun) warga Ujunggenteng Sukabumi dan berangkat melaut pada Senin 2 Desember 2024 pukul 12.30 WIB.