Curah Hujan Tinggi Mengakibatkan TPT Ambruk, Pangkalan Ojek di Warudoyong Ikut Tergerus
Bangunan pangkalan ojek dan konter hp di Sukakarya, Warudoyong Kota Sukabumi ambruk terdampak TPT Ambruk pada Jumat (23/1/2026) pagi.
Bangunan pangkalan ojek dan konter hp di Sukakarya, Warudoyong Kota Sukabumi ambruk terdampak TPT Ambruk pada Jumat (23/1/2026) pagi.
Sebagian atap rumah warga Gunungpuyuh, Kota Sukabumi ambruk akibat pelapukan disertai curah hujan tinggi yang melanda Sukabumi.
Pantai Ujunggenteng, Sukabumi dipenuhi limbah kayu berbagai ukuran sehingga mengganggu aktivitas nelayan.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 10 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem pada Kamis (15/1/2026). Dari longsor, banjir, hingga ambruknya bangunan madrasah. Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat enam bencana alam pada awal 2026 akibat hujan deras, menyebabkan puluhan warga mengungsi dan bangunan sekolah ambruk.
Akibat cuaca ekstrem, satu rumah warga di Karamat Gunungpuyuh Kota Sukabumi ambruk dan dua rumah lainnya terancam runtuh. Dua KK terdampak dan mengungsi.
Pergerakan tanah dan longsor akibat hujan lebat melanda tiga desa di Kecamatan Cikembar, Sukabumi. Sejumlah rumah warga terancam amblas dan sebagian keluarga mengungsi.
Hujan deras dua hari terakhir memicu bencana di Kabupaten Sukabumi, menyebabkan 8 ruas jalan, 4 jembatan, dan beberapa fasilitas umum terdampak.
Hujan deras sepanjang hari pada 14–15 Desember 2025 memicu 27 titik bencana di Kabupaten Sukabumi, termasuk longsor, pergerakan tanah, dan banjir, mengancam infrastruktur vital dan puluhan rumah warga.
Hujan deras yang mengguyur Cisolok Sukabumi, Kamis (4/12/2025), memicu luapan Sungai Cisolok, ambruknya pagar SMAN 1 Cisolok, hingga hanyutnya jembatan darurat.
Ambruknya bangunan dipicu hujan dan angin kencang yang terjadi sejak malam hari, diperparah kondisi rumah yang sudah lapuk.
Kaleidoskop 2025: Sorotan fenomena alam 2025, termasuk Gerhana Bulan Total "Blood Moon" pada September, Supermoon terbesar November, dan Hujan Meteor Perseid Agustus. Pelajari peristiwa alam signifikan tahun ini.
Hujan ekstrem memicu banjir dan longsor di 7 titik Kota Sukabumi, merendam rumah dan fasilitas pendidikan. Berikut rinciannya
Hujan deras picu longsor di Kampung Cigoong Pasir, Desa Pulosari, Kalapanunggal Sukabumi, Rabu sore (3/12/2025). Dua rumah terdampak, Kades imbau warga tetap waspada.
Empat rumah warga Bantargadung, kabupaten Sukabumi dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat bencana pergeserran tanah usai diguyur hujan semalaman.
BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan 20 kejadian bencana dalam dua hari akibat cuaca ekstrem, termasuk tanah longsor dan pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah dan infrastruktur terdampak.
Hujan ekstrem pada Rabu (19/11/2025) memicu lima kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi, mulai dari pohon tumbang, rumah ambruk, hingga longsor yang mengancam permukiman dan sekolah.
Gedung IKM Palabuhanratu mengalami kerusakan parah akibat hujan angin pada Senin (17/11/2025). Atap dan plafon ambruk, dua gazebo ikut terseret angin.
Dua pohon tumbang akibat hujan angin terjadi di Palabuhanratu Sukabumi, Senin (17/11/2025). Pohon tumbang berada di Taman Tenjoresmi dan dekat SDIT Insan Cendekia. Petugas mengevakuasi pohon dan lalu lintas kembali normal.
Pemilik rumah, Indra Sandian (35 tahun), menjelaskan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat hujan turun deras disertai angin kencang.