SUKABUMIUPDATE.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya 10 kejadian bencana yang terjadi dalam satu hari akibat cuaca ekstrem, Kamis, 15 Januari 2026.
Hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang memicu terjadinya tanah longsor, banjir, hingga kerusakan bangunan di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi.
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, kejadian bencana tersebut tersebar dari wilayah selatan hingga ibu kota Kabupaten Sukabumi.
Longsor Hambat Akses Jalan Nasional dan Provinsi
Bencana tanah longsor kembali mengganggu arus lalu lintas di Ruas Jalan Nasional Bagbagan-Kiaradua, tepatnya di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan pada pukul 02.30 WIB. Material longsoran setinggi 2 meter dengan panjang 10 meter menutup badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Hingga saat ini, proses pembersihan masih dilakukan oleh pihak Kementerian PU dengan menurunkan alat berat ke lokasi.
Baca Juga: Longsor Terus Terjadi Saat Hujan, Jalan Nasional Bagbagan - Kiaradua Sukabumi Berbahaya
Kondisi serupa terjadi di jalan provinsi ruas Jampangtengah-Kiaradua tepatnya di Kampung Pasirangin Desa/Kecamatan Jampangtengah pada pukul 10.30 WIB. Longsor tebing dan pohon tumbang sempat menghentikan arus lalu lintas sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga sekitar.
Selain itu, dua pohon tumbang pada pukul 03.00 WIB dilaporkan sempat menutup akses jalan kabupaten di ruas Sagaranten-Cibarengkok, Kecamatan Cidadap.
Rumah Rusak hingga Madrasah Ambruk
Cuaca ekstrem juga berdampak pada permukiman warga dan fasilitas pendidikan.
Di Kecamatan Palabuhanratu, angin kencang disertai hujan di Desa Citepus sekitar pukul 03.00 WIB mengakibatkan atap dua unit rumah warga rusak terbawa angin.
Sementara di Kecamatan Lengkong, pergeseran tanah merusak satu unit rumah di Desa Tegallega, terutama pada bagian kamar dan dapur.
Baca Juga: Perahu Nelayan Palangpang Terbalik Diterjang Ombak di Perairan Ujunggenteng Sukabumi
Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Nyalindung. Bangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Desa Bojongsari ambruk sekitar pukul 18.35 WIB akibat hujan deras yang terjadi sejak Rabu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke masjid setempat.
Di Kecamatan Cibadak, longsoran tanah setinggi sekitar delapan meter di belakang rumah milik Ohim, yang terjadi sekitar pukul 08.05 WIB, mengancam struktur bangunan hunian.
Banjir Luapan Sungai di Ciemas
Kecamatan Ciemas menjadi wilayah dengan jumlah titik bencana terbanyak. Banjir akibat luapan Sungai Cikalong dan sungai lainnya terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, menggenangi sejumlah ruas jalan provinsi di perbatasan Desa Ciwaru dan Desa Mekarsari.
Luapan air juga mengakibatkan terputusnya akses Jembatan Ki Sohir yang menghubungkan Desa Mekarsakti dan Desa Mandrajaya.
Baca Juga: Sejumlah Ruas Jalan di Ciemas Sukabumi Terendam Banjir Langganan
Penanganan dan Kebutuhan Mendesak
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) di masing-masing wilayah telah melakukan asesmen dan koordinasi dengan unsur Forkopimcam serta dinas terkait. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Beberapa kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan warga terdampak antara lain terpal, logistik bangunan (semen, kayu, batu bata), prabotan rumah tangga, hingga bronjong untuk penahan tanah.
Hingga laporan ini diturunkan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam seluruh rentetan peristiwa tersebut.





