Perkuat Kesiapsiagaan, BPBD Sukabumi Latih 100 Petugas Kebencanaan
BPBD Kabupaten Sukabumi menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi sekitar 100 petugas kebencanaan guna memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan penanganan bencana.
BPBD Kabupaten Sukabumi menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi sekitar 100 petugas kebencanaan guna memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan penanganan bencana.
BPBD Sukabumi mengungkap progres pembangunan Huntap mandiri di Desa Cikadu sebagai pilot project relokasi warga zona merah pergerakan tanah.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat hingga saat ini sebanyak 286 hunian sementara (huntara) dan 124 hunian tetap (huntap) dibangun dari bantuan non-pemerintah (NGO) dalam penanganan pascabencana 2024–2025.
BPBD Kabupaten Sukabumi menjelaskan bahwa jumlah 5.360 Unit Rumah tersebut merupakan data final dari rangkaian kejadian bencana besar yang terjadi, salah satunya pada 4 Desember 2024.
BPBD mencatat 38 kejadian bencana akibat angin kencang di Kabupaten Sukabumi dalam sehari. Pohon tumbang dominan, puluhan rumah rusak, dan satu warga terluka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 5 peristiwa bencana yang terjadi dalam dua hari terakhir.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 10 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem pada Kamis (15/1/2026). Dari longsor, banjir, hingga ambruknya bangunan madrasah. Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan kejadian tersebut.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, mengatakan bahwa saat ini sekitar pukul 12.57 WIB, material longsor masih dilakukan evakuasi menggunakan alat berat.
Cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Sukabumi pada Rabu, 14 Januari 2026 mengakibatkan sedikitnya lima kejadian bencana di lima lokasi berbeda
Sejumlah pasien dan warga terpaksa dievakuasi keluar Puskesmas Palabuhanratu karena bencana banjir yang kembali merendam wilayah tersebut akibat meluapnya sungai Ciranca pada Senin (12/1/2026).
BPBD atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat ada 15 laporan banjir, longsor dan bangunan ambruk sepanjang hari Minggu, 11 Januari 2026.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat enam bencana alam pada awal 2026 akibat hujan deras, menyebabkan puluhan warga mengungsi dan bangunan sekolah ambruk.
Sebuah cuitan di facebook baru-baru ini viral dan mendapat perhatian warganet, pasalnya, unggahan itu memuat narasi yang mempertanyakan adanya dugaan pungli untuk operasional alat berat yang dibebankan kepada korban bencana.
BPBD Sukabumi sebut 5.370 Unit Rumah terdampak bencana tahun 2024-2025 masuk rencana perbaikan.
Pergerakan tanah dan longsor akibat hujan lebat melanda tiga desa di Kecamatan Cikembar, Sukabumi. Sejumlah rumah warga terancam amblas dan sebagian keluarga mengungsi.
Penyebab utama ambruknya atap rumah diduga karena kondisi material bangunan yang telah mengalami pelapukan dan terus-menerus terpapar air hujan
Hujan deras dua hari terakhir memicu bencana di Kabupaten Sukabumi, menyebabkan 8 ruas jalan, 4 jembatan, dan beberapa fasilitas umum terdampak.
Hujan deras sepanjang hari pada 14–15 Desember 2025 memicu 27 titik bencana di Kabupaten Sukabumi, termasuk longsor, pergerakan tanah, dan banjir, mengancam infrastruktur vital dan puluhan rumah warga.
Banjir luapan Sungai Cidadap di Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi menyebabkan satu rumah hanyut, satu bangunan majelis rusak, dan mengancam 187 KK. Warga mengungsi dan membutuhkan penanganan darurat.
Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki kepada sukabumiupdate.com, menjelaskan bahwa salah satu titik yang dipantau sekda adalah longsor Kampung Cisarua Girang Desa Warnasari Kecamatan Sukabumi.