Penataan Lapang Sekarwangi Sukabumi, PKL Direlokasi Sementara Sebelum Masuk Food Court

Penataan Lapang Sekarwangi Sukabumi, PKL Direlokasi Sementara Sebelum Masuk Food Court

Kegiatan kontruksi penataan Lapang Sekarwangi Cibadak Sukabumi menjadi Ruang Terbuka Publik atau Alun-alun, Kamis (5/11/2026). (Sumber : SU/Ibnu)

SUKABUMIUPDATE.com - Proyek penataan Ruang Terbuka Publik (RTP) Lapang Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dipastikan ikut merangkul para pelaku ekonomi kerakyatan. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan skema relokasi sementara bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) agar tetap bisa berniaga selama konstruksi berlangsung.

Kepala Bidang Perkim Disperkim Kabupaten Sukabumi, Rudi Abdullah, menjelaskan bahwa penempatan pedagang di area khusus saat ini bersifat temporer. Mereka nantinya akan dipindahkan ke fasilitas food court permanen yang representatif pada pembangunan tahap berikutnya.

"Untuk sementara, bangunan yang sekarang itu hanya relokasi, sifatnya sementara sebelum pembangunan food court. Ketika pembangunan food court selesai di tahap kedua, pedagang dikembalikan ke tempat yang kita sediakan," ujar Rudi kepada sukabumiupdate.com, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga: Disperkim Jamin Fungsi Lapang Sekarwangi Sukabumi untuk Salat Id Tak Akan Hilang

Langkah penataan ini sengaja diambil agar aktivitas perdagangan di kawasan satelit Sukabumi Utara tidak semrawut. Demi mendongkrak kelas usaha mereka, Disperkim juga berencana menggandeng dinas terkait untuk memberikan pembinaan manajemen bagi para pelaku UMKM.

Keterbatasan anggaran daerah membuat proyek total senilai Rp17 miliar ini harus dicicil. Pada tahun anggaran 2026, dana sebesar Rp4,6 miliar difokuskan untuk merapikan infrastruktur dasar seperti lapangan, jogging track, toilet, dan gerbang utama.

Sementara fasilitas seperti area parkir mobil, food court, skatepark, aula, amfiteater, panggung kesenian, ruang duduk, lapangan multifungsi, dan Tugu Nayor akan dikerjakan pada tahap berikutnya.

Hingga pekan keenam pelaksanaan tahap pertama, progres pembangunan disebut masih sesuai target berjalan. Disperkim juga telah melakukan pengecekan bersama Inspektorat terkait kepatuhan dalam pelaksanaan kegiatan konstruksi.

"Untuk hari ini, sampai progres enam minggu, kita sudah mencapai target progres," kata Rudi.

Rudi juga menambahkan bahwa setelah seluruh proyek bernama Alun-alun Cibadak ini tuntas sepenuhnya, masyarakat dapat mengakses seluruh fasilitas publik di Sekarwangi secara cuma-cuma. "Gratis," pungkasnya. (adv)

Berita Terkini