SUKABUMIUPDATE.com - Rasa aman para pengemudi ojek online (ojol) di Kota Sukabumi mendadak terusik. Hal ini menyusul insiden mencekam yang menimpa seorang driver Maxim bernama Zhaldi (25), yang diduga menjadi korban penembakan senapan angin oleh dua orang misterius di Jalan Stasiun Timur, Kecamatan Cikole, pada Minggu (25/10/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut menyisakan kekhawatiran di kalangan sesama pengemudi ojol, terutama mereka yang terbiasa mencari penumpang hingga larut malam. Di tengah impitan ekonomi dan tuntutan mencari nafkah, muncul rasa waswas kolektif akan kemungkinan aksi teror serupa kembali terulang di jalanan.
Kecemasan itu dirasakan langsung oleh Ugi (45), salah seorang driver Maxim. Ia mengakui bahwa insiden yang menimpa rekannya telah membuat para pengemudi yang biasa "ngalong" atau beroperasi pada malam hari merasa tidak tenang. Terlebih, hingga saat ini identitas dan motif kedua pelaku penembakan tersebut belum terungkap.
"Jelas (khawatir), untuk yang biasa ngalong (keluar malam), mungkin jadi resah, waswas, gitu," ujar Ugi kepada sukabumiupdate.com, Minggu (25/10/2026).
Baca Juga: Driver Ojol di Sukabumi Diduga Ditembak Senapan Angin, Polisi Cek CCTV-Buru 2 Pelaku
Kegelisahan Ugi bukan tanpa alasan. Ia khawatir keselamatan rekan-rekannya selama pelaku berkeliaran bebas di luar sana. Apalagi, lokasi kejadian tidak jauh dari tempat yang biasa menjadi basecamp atau titik kumpul para driver ojol.
"Takutnya pelakunya enggak tertangkap, takutnya kan kejadian serupa terulang kembali ke ojol-ojol lain, gitu. Apalagi saya kan posisi BC (basecamp) kan di sini ya, seputaran, enggak jauh dari lokasi kejadian TKP. Jadi kita juga ngeri-ngeri sedaplah, gitu," tuturnya.
Kekhawatiran serupa menghantui Koswara alias Ilham (38), rekan dekat Zhaldi yang menjadi penolong pertama korban di lokasi kejadian. Insiden tersebut memaksa dirinya untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra tinggi ketika sedang mencari rezeki di malam hari.
"Waswas lah. Waswas, ya. Harus hati-hati aja kan jadi takut," ujar Ilham.
Baca Juga: Tabayun Ilmu Batin Berujung Dugaan Pengeroyokan, Pimpinan Ponpes di Sukabumi Lapor Polisi
Kendati dihantui bayang-bayang ketakutan, Ilham mengaku berada dalam posisi dilematis dan tidak memiliki pilihan lain untuk libur menarik penumpang. Menembus sunyinya malam demi memburu orderan tetap harus ia lakoni demi memastikan dapur di rumahnya tetap mengepul.
Ada pergolakan batin yang nyata; rasa khawatir terhadap keselamatan nyawa di satu sisi, sementara kebutuhan hidup keluarga menuntut untuk dipenuhi di sisi lain.
"Tetap jalan kalau saya mah, sih, iya. Tetap jalan. Buat kebutuhan keluargalah gitu," ungkapnya.
Di tengah kekhawatiran tersebut, Ilham menaruh harapan besar agar jajaran Polres Sukabumi Kota dapat bergerak cepat menggulung para pelaku dugaan penembakan terhadap Zhaldi.
Ia juga meminta aparat keamanan untuk mengintensifkan patroli di titik-titik rawan kriminalitas, khususnya di sekitar koridor jalan pusat kota pada jam-jam kecil menjelang subuh.
"Iya pengennya meningkatkan patroli kepada bapak polisinya, dibantu aja biar aman," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, jajaran kepolisian masih terus mendalami kasus ini melalui pemeriksaan sejumlah saksi dan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar TKP. Komunitas ojol Sukabumi berharap pengungkapan kasus ini dapat berjalan cepat demi memulihkan stabilitas keamanan serta memberikan kepastian hukum yang adil bagi korban.















