SUKABUMIUPDATE.com - Koswara alias Ilham (38), menjadi orang pertama yang menolong rekannya sesama pengemudi ojek online (ojol), Rizaldi alias Zhaldi (25). Driver Maxim itu diduga menjadi korban penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Stasiun Timur, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.
Peristiwa mencekam tersebut terjadi pada Minggu (25/10/2026) dini hari sekira pukul 00.57 WIB. Saat itu, korban sedang menunggu pesanan penumpang bersama rekan-rekannya di sekitar pertigaan dekat Toko Tiga Roda, kawasan bawah Dago, jalur yang mengarah ke Stasiun Sukabumi.
Sebelum insiden terjadi, Ilham mengaku dirinya bersama korban berada di lokasi untuk berburu orderan. Namun, Ilham kemudian mendapatkan pesanan masuk untuk mengantarkan penumpang sehingga terpaksa meninggalkan Zhaldi sendirian di tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut pengamatan Ilham, dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan sebenarnya sudah terlihat di sekitar lokasi sejak awal. Namun, keberadaan keduanya sama sekali tidak menimbulkan kecurigaan.
"Waktu kita lagi nunggu orderan juga orang itu memang ada di situ, tapi enggak curiga apa-apa," kata Ilham saat menceritakan kronologi kejadian kepada sukabumiupdate.com, Minggu (25/10/2026).
Baca Juga: Driver Ojol di Sukabumi Diduga Jadi Korban Penembakan? Kepala Belakang Terluka
Ilham memperkirakan dirinya meninggalkan lokasi sekitar 20 menit untuk menyelesaikan orderan penumpang. Begitu kembali, ia dikejutkan oleh teriakan petugas kebersihan dan mendapati Zhaldi sudah bergeser beberapa meter dari posisi awal dalam kondisi lemas meminta pertolongan.
Meski kepala bagian belakang hingga leher mengucurkan darah segar, korban masih dalam keadaan sadar. Kepada Ilham, Zhaldi membisikkan bahwa dirinya baru saja ditembak oleh seseorang dari arah belakang.
"Ngomongnya ada yang ngebedil (nembak) dari belakang, gitu aja," ujar Ilham.
Melihat kondisi rekannya yang bersimbah darah, Ilham bersama warga sekitar langsung melarikan Zhaldi ke RSUD R. Syamsudin SH (RS Bunut) Kota Sukabumi agar segera mendapatkan penanganan medis darurat. Korban dilaporkan mengalami luka lubang yang cukup serius di leher belakang sehingga harus langsung naik ke meja operasi.
Baca Juga: Ngeri! Dua Remaja Punk Dibacok OTK Usai Ngamen di Pantai Karanghawu Sukabumi
Berdasarkan informasi yang diterimanya, Ilham menyebut dugaan penembakan tersebut terekam kamera pengawas (CCTV). Ia mengaku mendapat informasi dari polisi bahwa korban ditembak dari belakang. Namun, jenis senjata yang digunakan belum dapat dipastikan.
"Kalau dari CCTV ketahuannya tadi sama bapak polisi katanya dibidik dari belakang. Kemungkinan senapan angin, kemungkinan," ucapnya.
Ilham menaksir jarak antara korban dan eksekutor saat penembakan terjadi berkisar tujuh meter. Sesaat setelah melepas tembakan, kedua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Supra langsung memacu kendaraannya melarikan diri ke arah Stasiun Sukabumi.
"Sempat lihat, cuma enggak tahu, enggak kenal. Mereka pakai sweater," katanya.
Ia mengaku tidak sempat mengamati secara jelas ciri-ciri kedua orang tersebut. Saat kejadian, kondisi di sekitar lokasi juga relatif sepi.
Hingga berita ini diterbitkan, jajaran Polres Sukabumi Kota masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap motif serta memburu para pelaku penembakan.















