Polisi Sita Sabit 1,5 Meter, Pelajar Parungkuda Sukabumi Terluka Akibat Kecelakaan Usai Duel

Sukabumiupdate.com
Jumat 02 Okt 2026, 20:26 WIB
Polisi Sita Sabit 1,5 Meter, Pelajar Parungkuda Sukabumi Terluka Akibat Kecelakaan Usai Duel

Motor yang ditumpangi pelajar yang terluka dan sajam sabit yang disita polisi dalam kasus duel antarpelajar SMP di Sukabumi. (Sumber Foto: Dok. Polsek Cibadak)

SUKABUMIUPDATE.com - Polisi mengungkap kronologi dan penyebab terlukanya sejumlah pelajar asal Parungkuda di Kampung Cimanggu, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (1/10/2026) malam. Para remaja tersebut mengaku mengalami kecelakaan saat berupaya melarikan diri setelah terlibat duel antarpelajar menggunakan tangan kosong.

Kapolsek Cibadak AKP Joko Susanto Supono mengatakan, peristiwa itu bermula sekitar pukul 19.00 WIB ketika sembilan pelajar dari salah satu SMP swasta di Parungkuda berkumpul di rumah salah seorang korban, RA (15).

Mereka kemudian berangkat menggunakan empat sepeda motor menuju Jalan Nagrak, Kampung Girijaya, Kecamatan Nagrak, yang telah disepakati sebagai lokasi pertemuan dengan kelompok pelajar dari sekolah lain.

Setibanya di lokasi, mereka bertemu dengan kelompok pelajar dari salah satu SMP swasta di Nagrak yang berjumlah lebih dari 10 orang. Bukan bentrok massal, kedua kubu disebut melakukan duel.

"Dari perwakilan 2 orang antar sekolah saling adu duel dengan menggunakan tangan kosong. Dan setelah selesai, kedua (kelompok) pelajar antar sekolah tersebut bubar dengan sendirinya," kata Joko dalam keterangannya yang diterima sukabumiupdate.com, Jumat (2/10/2026).

Baca Juga: Wajah Baru Wantimpres Prabowo: Ada Anwar Usman, Pratikno, hingga Rocky Gerung

Namun saat dalam perjalanan pulang, lanjut Joko, kelompok pelajar dari Parungkuda mengaku melihat sejumlah sepeda motor dari arah belakang yang diduga melakukan pengejaran. Mereka kemudian berupaya menyelamatkan diri dengan memacu kendaraan masing-masing.

Berdasarkan keterangan RA, sepeda motor yang ditumpanginya bersama MRF (15) dan YR (16) terjatuh di Jalan Raya Kampung Cimanggu, Desa Ciheulang Tonggoh. Akibat kecelakaan tersebut, ketiganya mengalami luka-luka.

MRF mengalami luka robek di dahi yang mendapat enam jahitan, luka di telapak tangan kanan yang mendapat 10 jahitan, serta luka di ibu jari kiri yang mendapat tiga jahitan.

Sementara itu, RA mengalami luka pada daun telinga kiri dan masih menjalani penanganan medis. Adapun YR mengalami luka di siku kanan yang mendapat dua jahitan serta lecet pada tumit kiri.

Ketiga pelajar tersebut kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Desa Ciheulang Tonggoh ke Polsek Cibadak sebelum dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan medis.

"Anggota piket membawa para korban ke RS Sekarwangi guna penanganan medis," kata Joko.

Baca Juga: Jalan Cipanas Kabandungan Retak Diterjang Hujan Ekstrem, Dinas PU Sukabumi Terjunkan Tim Teknis

Dalam penanganan kasus tersebut, polisi juga mengamankan satu bilah senjata tajam jenis sabit dengan panjang sekitar 1,5 meter.

Meski demikian, perkara tersebut tidak berlanjut ke proses hukum pidana setelah orang tua ketiga pelajar yang terluka memilih tidak membuat laporan polisi. Keputusan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang disertai dokumentasi video.

Sementara itu, kondisi pelajar dari kelompok SMP swasta di Nagrak belum diketahui. Berdasarkan keterangan salah seorang pelajar dari Parungkuda, tidak ada peserta duel yang mengalami luka saat pertemuan di Girijaya karena perkelahian dilakukan tanpa menggunakan senjata.

"Pada saat terjadi adu duel di Girijaya Nagrak itu tidak ada luka dari kedua belah pihak, karena sama-sama menggunakan tangan kosong," pungkas Joko.

Sebelumnya, Sekretaris Desa (Sekdes) Ciheulang Tonggoh, Nurdin, mengatakan pihak desa menerima informasi keberadaan para pelajar yang terluka tersebut sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, ia mendapat laporan via telepon dari Satgas Linmas berdasarkan aduan Ketua RT 02 setempat terkait adanya dugaan tawuran.

Mendengar laporan itu, Nurdin bersama Satgas Linmas langsung bergegas menuju lokasi kejadian menggunakan ambulans desa. Setibanya di Kampung Cimanggu, warga sudah berkerumun dan mengamankan para pelajar yang mengaku masih duduk di bangku kelas 3 SMP tersebut.

Di lokasi penemuan para pelajar yang terluka tersebut, warga juga mendapati sebilah senjata tajam. Nurdin menjelaskan, senjata tajam berbahan besi itu memiliki panjang lebih dari satu meter dengan bagian ujung melengkung menyerupai celurit. Barang bukti tersebut kini telah diserahkan dan diamankan oleh pihak kepolisian.

Berita Terkait
Berita Terkini