Sumur Banten Diguncang Gempa M4,6 Malam Ini, BMKG Sebut Pemicunya Sesar Aktif Bawah Laut

Sukabumiupdate.com
Jumat 25 Sep 2026, 21:41 WIB
Sumur Banten Diguncang Gempa M4,6 Malam Ini, BMKG Sebut Pemicunya Sesar Aktif Bawah Laut

Episenter gempa M4,6 di Sumur Banten pada Jumat (25/9/2026) pukul 20.47 WIB. (Sumber Foto: BMKG)

SUKABUMIUPDATE.com - Wilayah Sumur, Banten, dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik pada Jumat (25/9/2026) malam, pukul 20.47 WIB.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter pemutakhiran (update) dengan magnitudo M 4,6.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6.89 LS dan 105.33 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 37 kilometer barat daya Sumur, Banten, dengan kedalaman hiposenter 23 kilometer.

Plt. Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut," terang Ana dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2026).

Berdasarkan laporan dari masyarakat, guncangan gempa bumi ini dirasakan di sejumlah kawasan pesisir Banten:

Skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berlalu): Wilayah Sumur, Muara Binuangeun, Bayah, Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, Panggarangan, dan Malingping.

Skala Intensitas II - III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang hingga getaran nyata seperti truk lewat): Wilayah Anyer, Citeureup, dan Rangkasbitung.

Meski guncangan cukup meluas, BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun dampak lanjutan dari peristiwa tersebut.

BMKG terus melakukan pemantauan pascaguncangan utama. Hingga pukul 21.05 WIB, hasil pemantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang terverifikasi, seperti Instagram/Twitter @infoBMKG, situs web bmkg.go.id, aplikasi Mobile Apps infoBMKG, maupun Telegram resmi InaTEWS_BMKG.

Berita Terkini