Ditemukan Tewas di Sungai Cipelang Sukabumi, Tubuh Korban Penuh Luka dan Patah Tulang

Sukabumiupdate.com
Sabtu 03 Okt 2026, 10:32 WIB
Ditemukan Tewas di Sungai Cipelang Sukabumi, Tubuh Korban Penuh Luka dan Patah Tulang

Polisi saat melakukan identifikasi dan olah tkp pria yang ditemukan meninggal di sungai cipelang, Kota Sukabumi. Jumat (2/10//2026). (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Tim Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi menemukan sejumlah luka pada tubuh pria berinisial S (25), warga Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, yang ditemukan meninggal dunia di dasar Sungai Cipelang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Jumat (2/10/2026).

Ketua Tim Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr Nurul Aida Fathya, mengatakan korban dibawa untuk dilakukan pemeriksaan pada hari yang sama setelah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Menurutnya, korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, pemeriksaan baru dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB karena tim medis masih menunggu surat permintaan visum dari Polsek Warudoyong.

"Saat pemeriksaan, kondisi korban sudah terbungkus kantong mayat dan sudah ditemukan tanda pasti kematian," ujar dr Aida kepada sukabumiupdate.com dalam keterangannya, Sabtu (03/10/2026).

Baca Juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia Berpotensi Melonjak Jika Juara FIFA ASEAN Cup Lawan Thailand

Dari hasil pemeriksaan luar, dokter menemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Luka tersebut berupa luka lecet, memar, hingga luka robek yang tersebar di bagian wajah, badan, serta keempat alat gerak.

"Luka-luka tersebut akibat kekerasan tumpul," katanya.

dr Aida menjelaskan, terdapat beberapa luka terbuka pada bagian wajah dan lengan atas kanan. Selain itu, ditemukan pula patah tulang terbuka pada lengan atas kanan.

Sementara pada bagian tubuh lainnya, ditemukan patah tulang tertutup pada rahang atas dan tungkai atas kanan.

Sebelumnya, S ditemukan meninggal dunia pada Jumat sekitar pukul 10.15 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di dasar Sungai Cipelang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong.

Korban diduga melompat dari atas jembatan rel kereta api dengan ketinggian sekitar 20 meter sebelum ditemukan di dasar sungai.

Namun, terkait penyebab kematian, Nurul menegaskan bahwa hal tersebut tidak dapat ditentukan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.

"Sebab kematian tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan otopsi sesuai permintaan dari kepolisian," jelasnya.

Baca Juga: Rp243 Miliar untuk Klaim Simpanan 31 Ribu Nasabah 4 Perbankan Bangkrut di Jabar

Sebelumnya, Seorang pria ditemukan meninggal dunia tergeletak di dasar Sungai Cipelang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jumat (2/10/2026) siang. Korban diduga terjun dari atas jembatan rel kereta api setinggi kurang lebih 20 meter.

Kapolsek Warudoyong Polres Sukabumi Kota, AKP Maulana Arif, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya warga yang tergeletak di aliran sungai.

"Ya, sebelumnya kami mendapat informasi bahwa ada seorang laki-laki tergeletak di aliran sungai. Setelah itu saya bersama anggota langsung menuju lokasi," ujar Maulana Arif, kepada sukabumiupdate.com, Jumat (2/10/2026).

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun dari saksi, pria tersebut sebelumnya terlihat berada di atas jembatan rel kereta api.

Saat berada di atas jembatan, korban disebut sempat terlihat sedang memainkan handphone. Tak lama kemudian, korban jatuh dari jembatan hingga masuk ke aliran Sungai Cipelang.

"Informasi yang kami dapat, sebelumnya pria ini ada di atas jembatan rel kereta api. Saat itu kata saksi, pria ini terlihat sambil main handphone kemudian jatuh," jelasnya.

Catatan redaksi: Berita ini ditulis dengan tujuan memberikan informasi kepada publik. Redaksi tidak bermaksud mengglorifikasi atau mendorong tindakan mengakhiri hidup dalam bentuk apa pun. Jika Anda atau orang yang Anda kenal memiliki kecenderungan mengakhiri hidup atau masalah kesehatan mental segera cari bantuan dari tenaga profesional, keluarga, atau layanan yang disediakan pemerintah.

Berita Terkait
Berita Terkini